Stabilkan Harga, Kemendag Gelar Operasi Pasar

Jakarta,   Kementerian Perdagangan dan Artha Graha Peduli menggelar operasi pasar daging dan beras serentak di kelurahan-kecamatan dan pasar di seluruh wilayah DKI Jakarta
Kick off operasi pasar tersebut dilakukan oleh Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di halaman Kementerian Perdagangan, Jakarta, Minggu. Hadir pada acara tersebut Ketua Harian Artha Graha Peduli Indra S Budianto, pimpinan Artha Graha Network – Artha Graha Peduli, pejabat dari Kementerian Perdagangan, dan warga masyarakat.
Operasi pasar yang berlangsung sampai 16 Juli 2015 ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah.
Sedikitnya 15 truk daging dan beras secara simbolik dilepas oleh Menteri Perdagangan dan bergerak ke wilayah kota di DKI Jakarta. Artha Graha Peduli sendiri sebelumnya sudah menggelar operasi pasar di 60 titik lokasi Pasar Jaya sejak 16 Juni 2015
Ketua Pelaksana Operasi Pasar Artha Graha Peduli Kusmanto Harapan mengatakan operasi pasar daging merupakan ketiga kalinya dilakukan Artha Graha Peduli bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan, setelah yang pertama dan kedua dilakukan dalam bulan Ramadhan tahun 2009 dan 2013 saat harga daging sapi juga melonjak tajam.
Titik-titik penjualan daging tersebar di wilayah Jabodetabek yang jauh dari pasar umum, sehingga diharapkan tidak mengganggu pasar para pedagang daging. Harga daging dijual Rp. 70.000/kg.
Menurut Kusmanto, pemilihan harga Rp. 70.000,- per kilogram adalah agar tidak menekan para peternak sapi.
“Kami berusaha menstimulasi tingkat harga yang terjangkau bagi masyarakat namun tidak menekan peternak sapi lokal, harus “win-win”, katanya.
Ia mengharapkan harga daging dapat dijangkau oleh masyarakat, sementara disisi lain para peternak sapi serta pedagang daging tetap mendapatkan margin penjualan yang memadai.
Ditanya mengenai apa yang sebenarnya melatarbelakangi langkah ini, Kusmanto secara lugas dan tegas mengatakan bahwa kepedulian untuk berbagi ini sesuai dengan komitmen pendiri Artha Graha Peduli Tomy Winata.
Selaku pengusaha yang lahir dan dibesarkan di Bumi Pertiwi Indonesia, mencari nafkah dan berkarya di Bumi Pertiwi Indonesia bersama dengan mitra-mitra Artha Graha di seluruh Indonesia, Tomy Winata senantiasa terpanggil untuk selalu berbagi untuk negeri.
Pada saat Bumi Pertiwi sedang dihadapkan pada beberapa kondisi yang perlu bersama-sama diatasi, maka otomatis jajaran Artha Graha, diminta atau tanpa diminta Pemerintah, wajib untuk turut membantu.
“Ini adalah salah satu cara membayar kembali kepada Bumi Pertiwi Indonesia. Spirit ini menjadi jati diri seluruh jajaran Artha Graha Network,” demikian Kusmanto mengutip falsafah pendiri Artha Graha Peduli Tomy Winata.
Selain daging, Artha Graha Peduli juga melakukan operasi pasar beras. Setiap truk masing-masing bermuatan 8 ton beras untuk dijual kepada masyarakat secara langsung atau melalui pengecer.
Beras kualitas medium itu dikemas dalam paket 50 kg dan 10 kg dijual dengan harga Rp. 9000/kg.
Kusmanto mengatakan Artha Graha Peduli terlibat dalam operasi pasar ini untuk membantu ketersediaan daging dan beras untuk menjaga stabilitas harga.
“Kami selalu terpanggil untuk membantu pemerintah dan berbagi dengan masyarakat,” katanya.(ton)

0 comments:

Posting Komentar