Salut... Ibu Ini Bisa Membiayai 3 Anaknya hanya dengan penghasilan Rp 135 ribu dari membatik.

Suti'a saat melukis diatas kain (foto:detak.com).

Pamekasan.

Namanya Suti'a. Wanita asal desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan berusia 45 tahun ini sudah cukup lama sebagai pebatik. Maklum sejak ditinggal oleh suaminya sekitar 7 tahun lalu dia menjadi satu-satunya sebagai tulang punggung keluarga dengan membiayai 4 orang anaknya.

"Saya sudah tahunan (bertahun-tahun) bekerja seperti ini (membatik)" tutur Suti'a mengawali pembicaraan dengan detak.com, Selasa (23/6/2015).

Suti'a mengaku tidak bisa bekerja lain kecuali hanaya membatik. Padahal dari membatik itu dia hanya bisa mendapatkan 1 lembar kain setiap bulannya. "Kalau batik kayak ini saya hanya bisa membuat satu lembar dalam 1 bulan" ujarnya sambil membatik.

Ibu dengan 3 putra ini mengaku bahwa minimnya hasil batiknya karena selain faktor dia yang sudah mengaku sakit-sakitan juga karea faktor modal yang tidak ada. sentuhan dari Pemerintah
Kabupaten Pamekasan rupanya belum sampai ke tangan Ibu berkerudung ini.

"Saya kan modalnya sedikit. Paling beli kain 3 meter. Setelah dibatik. Jika lagi rezekinya saya bisa dapat Rp 135 ribu per potong ini" tambahnya.

Ibu berperawakan sedang ini mensiasati untuk bertahan hidup dengan ternak kambing. Kambingpun merupakan titipan orang yang jika dijual dia mendapatkna upah rawat. "Jadi pagi-pagi setelah sholat subuh saya ke talon (tegal) cari rumput untuk cari pakannya kambing. Siang sedikit saya gini (membatik)" tuturnya dengan mimik pasrah.

Meskipun pasrah dia tetap berharap pemerintah kabupaten Pamekasan akan memberikan suntikan modal kepadanya.

"Jika ada modal dari pemerintah mungkin lebih enak" pungkasnya sambil Tersenyum.

(Yan)

0 comments:

Posting Komentar