Raskin- BLT- dan Bantuan Rumah Kumuh, KOMPAS Ancam Kejati-kan Kades Branta Tinggi!

Pamekasan. (Detak.com).

Aktifis Kompas (komunitas Mahasiswa dan Masyarakat Pamekasan) tadi pagi jam 10.00 Wib melakukan aksi di kantor Kejaksaan Negeri (kejari) Kabupaten Pamekasan untuk menuntut berapa hal yang berkaitan dengan ketidakberesan sistem bantuan kepada masyarakat di Desa Branta Tinggi.

Korlap (koordinator Lapangan) Kompas, feri kurniawan biasa disapa feri meminta Kajari Pamekasan untuk mengusut carut marut pendistribusian Raskin desa Branta Tinggi Kecamatan Tlanakan, BLT dan bantuan untuk Masyarakat Miskin lainnya.

Dalam orasinya, Fery meminta kepada Kajari untuk mengusut tuntas terkait beberapa kasus
yang menimpa warga desa branta tinggi kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan.

Dalam hal tersebut feri bersama warga setempat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi didesa tersebut diantaranya adalah mengenai pemotongan BLT sebesar Rp 100 ribu dengan alasan disedekahkan oleh kades tersebut.

Selain itu, berkaitan dengan bantuan rumah kumuh yang tidak maksimal pengerjaannya serta anggarannya menjadi pernyataan yang disampaikan pada saat melakukan aksi didepan gedung Adhyaksa tersebut. "Selain hal tersebut, Raskin di desa Branta Tinggi tidak sesuai dengan aturan. Dengan dalih pemerataan kami menilai kades Sahrul cuma beralibi semata" ucap Fery.

Sementara itu, Kajari Pamekasan menegaskan akan mengusut tuntas terkait dengan permintaan Mahasiswa dan masyarakat tersebut.
" bahwa kasus ini akan di tindak lanjuti" tegas Kajari Pamekasan.

Fery, dalam orasinya kembali menegaskan jika pihak Kajari Pamekasan tidak melakukan upaya terhadap permintaan warga, maka Kompas akan melayang surat kepada Kejati Jatim. "Kami akan mengawal kasus ini betul-betul tuntas. Dan kami harap Kejari serius menangani kasus ini. Jika tidak maka kami akan melakukan upaya hukum atau pelaporan kepada Kejati Jatim untuk mengusut segala permasalahan di desa Branta tinggi tersebut" tuntasnya.

(Yan/tar/nul/ibnu)

0 comments:

Posting Komentar