Masyarakat Campor Kwatirkan Penyelidikan Polres Pamekasan.

Pamekasan. (Detak.com)

Meskipun Polres Pamekasan sudah menangkap Sopir Pick Up pembawa beras Raskin 'Desa Campor', namun banyak warga desa Campor pesimistis terhadap penyelidikan atau penyidikan akan mengarah kepada kepala desa Campor, Abdul Kholik sebagai Tersangka.

Pasalnya, selain mereka menganggap bahwa para mafia Raskin terstruktur dengan rapinya juga mengingatkan bahwa Abdul kholik adalah kades yang sudah lama bermasalah dengan Raskin tetapi selalu berkelit bahwa kades campor terlibat. "Padahal untuk tahun 2014 saja Raskin yang sampai ke Masyarakat cuma 3 kali. Yakni datangnya cuma setiap 4 bulan sekali. Itupun tidak utuh!" ungkap Satrabi, tokoh masyarakat setempat.

"Jadi kami menjadi kwatir, jangan-jangan pemeriksaan Polres pamekasan hanya terpaku pada si sopir itu" katanya, kemarin (Sabtu/6/6/2015).

"Masyarakat sudah jengah juga dengan apa yang sudah dilakukan oleh Kades itu (Abdul Kholik), mengingat penangkapan raskin minggu lalu itu hanya bagian dari kecil ulah dari holik. Seharusnya tertangkap basah atau tidak maka Abdul kholik bisa dijerat. Soalnya Raskin itu memang sering tidak didistribusikan." Tambahnya.

Untuk, tokoh ini berharap kepada Polres Pamekasan untuk serius menangani kasus tersebut. Mengingat masyarakat Campur sudah sangat mempercayakan kepada proses hukum. "Namun jika Polres Pamekasan terkesan main-main maka kami akan melakukan demo besar-besaran kepada polres Pamekasan untuk menuntut agar Kades Campor bertanggung jawab atas Raskin itu" tegasnya.

"Untuk itu, kami sudah melakukan upaya dengan masyarakat untuk melakukan segala cara untuk mengetahui letak keterlibatan Kades Campor. Bentuk kesriusan itu, kami akan menggandeng pengacara untuk mendampingi masyarakat sebagai saksi baik di pemeriksaan atau di pengadilan nanti"

Pria ini juga mengancam, akan melaporkan kepada kejaksaan negeri Pamekasan jika Polres poamekasan tidak serius menangani kasus tersebut. "Iya kami sudah melakukan komunikasi dengan salah satu Pengacara untuk meminta pertimbangan pelaporan kepada Kejari Pamekasan. Dengan catatan Polres Pamekasan sudah kami tidak percayai secara hukum" bebernya.

0 comments:

Posting Komentar