Masih Adaptasi, Buka Puasa Jangan Langsung Makan Besar.

Jakarta

- Setelah berpuasa selama kurang lebih 13 jam, rasa lapar dan haus terkadang tak tertahankan. Tak sedikit yang akhirnya memilih untuk langsung makan besar ketika berbuka karena alasan tersebut.

dr David Fadjar Putra, MS, SpGK dari Rumah Sakit Pondok Indah mengatakan sebaiknya hindari berbuka puasa dengan makan besar. Makan besar dengan nasi beserta lauk-pauk ketika berbuka puasa dapat menimbulkan mual, bahkan sakit perut karena perut yang masih dalam proses adaptasi.

"Menu berbuka yang baik awalnya harus ringan terlebih dahulu. Usus dan lambung kita sudah istirahat selama 14 jam, bila langsung makan atau minum banyak, besar kemungkinan terjadi mual," ungkap dr David kepada media On-line Nasional deticom beberapa waktu lalu.

Hal senada juga diungkapkan oleh dr Nurul Ratna Manikam, SpGK dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Menurut wanita yang akrab disapa dr Ratna tersebut, makan besar apalagi ditambah dengan lauk berbumbu tajam, dapat memicu asam lambung naik secara tiba-tiba.

"Makan bertahap, jangan langsung dalam porsi besar. Hindari makanan berbumbu tajam (pedas, asam), santan kental, buah yang mengeluarkan gas (mangga terlalu ranum, nangka, durian) dan serat kasar (kubis, batang sayur)," ungkapnya ketika dihubungi terpisah.

Baik dr Ratna maupun dr David sama-sama menganjurkan berbuka puasa dengan minuman yang hangat dan makanan kecil. Hal ini dilakukan untuk tidak membuat kaget perut yang selama kurang lebih 13 jam kosong karena berpuasa.

Dianjurkan pula untuk berbuka dengan makanan atau minuman yang manis. Minuman manis diperlukan untuk meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh yang rendah karena tidak adanya energi yang masuk dari makanan seharian.

"Ada baiknya kita warming up dulu dengan minum air hangat atau teh manis hangat, minum pun harus secara perlahan dan sedikit-sedikit. Makanlah yang ringan terlebih dahulu seperti kurma dan buah-buahan," pungkas dr David.


(Det/mrs/up)

0 comments:

Posting Komentar