Dugaan Pemalsuan SK, Yayasan: Kami Bisa Islah Asal Stempel Dikembalikan Dan Minta Maaf!

Ketua Yayasan Nuruddiniyah, KH.Imron Rosyid ketika memberikan Kuasa kepada, Advokat, M.Alfianto (foto:detak.com).

Pamekasan (detak.com)

Dugaan pemalsuan SK untuk menjadi tenaga guru Honorer yang diduga dilakukan oleh Yolies Yongki, mantan Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Baitun Najah Desa Samiran Kecamatn Proppo yang sekarang menjadi guru Honorer disalah satu MTs di desa Campor Kecamatan Proppo rupanya akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Islah dimediasi oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupatan Pamekasan untuk menghindari konflik berkepanjangan antara Mantu Keponakan (yongki) dengan Paman dari isteri Yongki selaku ketua Yayasan Nuruddiniyah, KH. Imron Rosyid.

"Tadi saya dipanggil oleh Kemenag untuk menjadi fasilitator dalam islah antara Yayasan dengan Yongki" kata Ketua Yayasan nuruddiniyah, KH. Imron Rosyid kepada detak.com melalui selulernya, Kamis (4/6/2015).

Islah yang ditawarkan oleh kemenag, menurut kiai yang mempunyai sekitar 200 Santri Yatim piatu ini akan diterima dengan lapang dada asalkan perbuatan yang dilakukan oleh Yongki tidak diulangi lagi. "Dan stempel (aspal) yang digunakan harus dikembaikan. Itulah syaratnya. Jika tidak maka kami tudak akan islah" katanya setelah dipanggil oleh Kemenag Kabupaten poamekasan dijalan Kabupaten Pamekasan.

Imron menjelaskan, bahwa Yongki mengaku bahwa stempel yang digunakan itu memang palsu. Tetapi yang memalsukan stempel itu adalah isteri Yongki. "Jadi menurut yongki, kata kemenag tadi bahwa stempel itu yang membuat isterinya yongki yang bernama Cicik (sekarang Guru Honorer di MTs Baitur Rohman, desa campor-Proppo)" tambahnya.

"Gak maslah adakan islah tetapi perbuatan itu jangan diulangi. Sekali lagi stempel harus dikembalikan" tegas Kiai yang juga guru SDN ini.

Terpisah, Kuasa hukum Yayasan nuruddiniyah, Alfian, menyatakan bahwa islah yang diminta oleh pihak Kemenag bisa dikatakan Islah keluarga. Karena antara ketua yayasan, yakni KH. Imron Rosyaid dengan Yongki adalah masih ada hubungan keluarga. "Meski hanya sebagai mantu ponakan. Apalagi informasinya, bahwa yang melakukan perbuatan pemalsuan Stempel itu isterinya yongki yang merupakan keponakan dari ketua Yayasan. Itu bagus kalau islah" kata Alfian.

Advokat asal kecamatan ketapang kebupaten sampang itu juga memastikan bahwa pada saat prosesnya, yakni ketika islah maka ketua Yayasan Nuruddiniyah akan didampingi. "Semata-mata hanya untuk memastikan bahwa proses Islah memang betul-betul sesuai dari Nurani masing-masing Pihak. Agar dikemudian hari tidak ada lagi konflik-konflik yang sifatnya saling lapor" pungkas Alfian.

(Yan/res)

0 comments:

Posting Komentar