Temuan Shabu Dalam LP, Pengamat: Kepala LP Pamekasan Harus Dipecat!

Pamekasan, (detak.com)

Dugaan adanya temuan paket Narkoba di LP Pamekasan membuat beberapa kalangan berkomentar dari yang sifatnya soft sampai yang sifatnya keras terus bermunculan.

Semua komentar memang bertujuan agar LP sebagai wadah binaan pemerintah lebih baik dari sebelumnya. Tidak hanya sebagai tempat penampungan yang hanya di mamfaatkan beberapa orang termasuk petinggi lapas untuk mengeruk keuntungan pribadi semata.

"Dilapas itu sudah lama terjadi seperti itu. Peredaran Narkoba bukan hal baru. Melainkan lagu lama namun beberapa pihak terkesan membiarkan" ujar Kusno, pembaca detak.com kepada redaksi www.newsdetak.com, jumat (29/5/2015).

Menurutnya, kehebatan penghuni lapas itu sudah terlatih serta petingginya juga bisa mempermainkan sisitem yang tidak bisa diketahui orang lain, apalagi di luar lapas itu sendiri termasuk, dari pihak kepolisian.

"Nah, yang aneh walupun sudah tau seperti itu peredarannya tapi masih tempat itu yang dijadikan surga bagi para penikmat barang itu. Harusnya ada aparat lain yang di bantukan di LP untuk memonitor situasi di Lapas. Paling tidak bisa meminimalisir peredaran Narkoba." Ujarnya.

Lain halnya pemngamat hukum, Syamsul Arifin, SH berendapat, bahwa peredaran Narkoba lebih dari 50 persen dari lingkungan lapas. "Artinya Indonesia menjadi darurat Narkoba karena didalam lapas itu sendiri yang menjadi sarangnya. Untuk itu apabila benar di LP Pamekasan itu ditemukan paket sabu itu, maka selayaknya Kepala Lapas harus dipecat" ujar Advokat asal kabupaten Sumenep ini.

Jika tidak, lanjutnya, maka jangan heran madura akan menjadi tempat atau daerah yang sangat darurat narkoba. "Nah, untuk saat ini perlu ketegasan pihak Polres Pamekasan untuk masuk ke lingkungan LP untuk memastikan informasi tersebut. Apalgi informasinya, teman-teman media dilarang malah terkesan tidak diberi kesempatan untuk mencari kebenaran informasi tersebut" tambahnya.

Diinformasikan sebelumnya, dilapas Pamekasan ditemukan penghuni mempunyai paket shabu yang disimpan di dalam kulit kacang. Informasinya, penghuni yang mempunyai barang laknat itu bagian dapur kantor sebelah timur yang baru beberapa bulan di operasikan untuk ditempati penghuni khusus "kasus" Narkoba.

Bersambung!

(Yan/res)

0 comments:

Posting Komentar