Sebut PEMDA Minta "Jatah" Konpensasi Raskin.

Ilustrasi beras Raskin (detak.com).

Detak, Pamekasan.

Carut-marut pendistribusian Beras khusus orang miskin (Raskin) untuk tahun distribusi 2013-2014 rupanya duit haramnya tidak hanya mengalir kepada 11 oknum-oknum yang sudah dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan beberapa waktu lalu. Rupanya selain oknum rekanan (pihak ke-3), oknum internal bulog, Korlap (Koordinator lapangan) Raskin Kabupaten yang sudah menjadi tersangka tersebut ada pihak lain yang diduga menerima uang hasil dengan "cara" haram tersebut yakni Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pamekasan. Mencengangkan!

Ketika masyarakat sudah percaya 100 persen kepada Pemda Kabupaten Pamekasan sebagai bagian steckholder pelaksana pemdistribusian Raskin rupanya disalahgunakan oleh oknum Pemda Kabupaten Pamekasan.

Dugaan itu disampaikan oleh Kepala Sub. Divisi Madura Bulog, Ir.Amrullah kepada Detak.com beberapa waktu lalu ketika ditemui di kantornya jalan raya panglegur Pamekasan-Madura.

"Beberapa waktu lalu ada orang yang mengatasnamakan Pemda Kabupaten Pamekasan untuk minta jatah "uang" Raskin" kata Amrullah.

Pria berjenggot ini menyampaikan bahwa permintaan "Pemda" tersebut jumlahnya tidak sedikit. "Namun karena jatah itu memang tidak ada maka saya sampaikan bahwa bulog tidak menyediakan untuk itu (uang)" tambahnya.

Saya menduga, lanjutnya, bahwa sistem pemberian "fee" itu sudah berjalan lama. "Makanya saya heran ketika permintaan itu disampaikan ke saya. Namun karena itu (dana) tidak ada disistem kita maka kami jelaskan ke oknum tersebut" kata Pria asal Banten tersebut.

"Maka jangan salahkan ketika raskin mulai tahun-tahun kemarin (2013-2014) sering tidak sampai ke titik distribusi karena Mafia-mafia itu sudah terstruktur dengan rapi dan dengan berbagai cara"

"Dan untuk tahun ini saya pastikan cara-cara yang demikian tidak akan ada lagi" mantapnya.

(Yan/tim)

0 comments:

Posting Komentar