H. Muqit Gugat PRONA BPN Sampang Tahun 2013

Pengacara H.Abd.Muqit, M. Alfian saat di kantoe BPN Sampang. (Dok: Detak.com).

Sampang. (Detak.com)

PROYEK Operasi Nasional Agraria (PRONA) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sampang untuk Tahun 2013 dipersoalkan oleh H. Abdul Muqit warga desa Madupat Kecamatan Camplong Kabupaten Pamekasan.

Pasalnya, PRONA dengan programnya pembuatan Sertifikat Tanah gratis untuk atas nama Buk Jum tidak sesuai dengan persyaratan maupun aturan yang semestinya.

Harusnya, pada saat pembuatan sertifikat atas nama Buk Jum (B. Juma'ani) yang berada di dusun Murassem Desa Madupat harus melibatkan H. Abdul Muqit dan Nurhayati sebagai ahli waris yang sah dari Almarjum Tosin yang merupakan kakek dari keduanya.

"Nah, ini tidak dilakukan oleh tim Verval (verifikasi dan validasi) Prona baik ditingkat bawah (desa) ataupun ditingkat BPN. Padahal Leter-C desa masih atas nama Tosin sebagai kakek dari H.Abdul Muqit dan Nurhayati. Sedangkan B.Jum (Juma'ani) bukan merupakan ahli waris dari Tosin karena dia hanyalah menantu" ujar Alfian kepada Detak.com, senin (25/5/2015).

Pengacara Kelahiran Sampang ini berpendapat bahwa ada beberapa item persyaratan yang menurutnya diluar prosedur. "Artinya kemungkinan ada beberapa persyaratan yang diduga dipalsukan. Sehingga pada saat konversi (pengukuran) ini bisa lolos. Padahal seharusnya pada saat pengukuran itu semua pihak diundang. Utamanya ahli waris"

"Informasi lain, saksi yakni sesepuh desa tidak menyetujui untuk di atasnamakan Buk Jum. Karena pada saat itu saksi ini yang diundang ke lokasi" kata alfian sambil menunjuk sesepuh desa disampingnya.

Untuk itu, dia berharap pihak BPN tidak mempersulit untuk melakukan perubahan atas nama. "Dan jika dipersulit maka kami akan melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Sampang untuk melakukan Gugatan Pembatalan sertifikat tersebut. Dan tentunya orang-orang yang melakukan pemalsuan dokumen akan kami tuntut secara hukum (pidana)" ancam Alfian.

"Namun jika semua pihak tidak mempersulit dan mengembalikan hak kepada pihak yang sebenarnya maka kami tidak akan menunutut" pungkasnya.

(Tar/res/tim)

0 comments:

Posting Komentar