Cucu ke-19 Syekh Abdul Qodir Jailani RA Ceramah Isro’ Mi’roj di Sumenep

Sumenep-- Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di halaman rumah K.Sukardi (Selatan Terminal Wiraraja) Desa Gunggung Sumenep ini terasa berbeda dari biasanya. Sebab peringatan yang digelar pada Kamis 21 Mei 2015 diisi oleh seorang ulama' sufi dari Baghdad-Irak yaitu  Syekh Maulana Afifuddin Al Jailani, cucu ke 19 dari Syekh Abdul Qodir Jailani RA.
Syekh Maulana dalam ceramahnya menguraikan bahwa peristiwa Isra' Mi'raj merupakan peristiwa penting bagi ummat islam karena dalam peristiwa tersebut terdapat perintah untuk melakukan sholat yang diwajibkan bagi seluruh umat islam.
Memang sebelum peristiwa itu terjadi, Rasulullah mengalami keadaan duka cita yang sangat mendalam. Nabi ditinggal oleh istrinya yang tercinta, Khadijah. Lalu beliau juga ditinggalkan oleh pamannya sendiri, Abu thalib, yang sangat melindungi Nabi Muhammad SAW. Karena ditinggalkan kedua orang tua yang sangat disayang tersebut membuat beliau sangat berduka cita. Karena itu Allah SWT menghibur Nabi Muhammad SAW dengan memperjalankan beliau, sampai kepada langit untuk bertemu dengan Allah SWT. Hal ini disampaikan oleh Syekh Maulana pada acara peringatan Isra' Mi' Raj Nabi Muhammad SAW 1436 H dihadapan sekitar delapan ribu (8000) jamaah.
Lebih lanjut Syekh Maulana di dalam peristiwa Isra' Mi' Raj terdapat banyak aspek yang dapat dimaknai salah satunya adalah masalah ibadah. Peristiwa Isra' MI'raj menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah. Syekh Maulana dalam tausiyahnya juga menjelaskan peristiwa awal perjalanan nabi dijemput oleh malaikat Jibril, kemudian menuju Masjidil Haram, peristiwa Isra' dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, Peristiwa Mi'raj (naik langit), dan peristiwa setelah Isra' Mi'raj.
Banyak hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Isra' Mi'raj bahwa perintah sholat mengajarkan kita tentang kebenaran, kesabaran. Isi sholat menjauhkan kita dari sifat dendam dan iri hati. Hikmah lainnya mengajarkan kita untuk meningkatkan akidah dan amal sholeh.
Pada kesempatan tersebut beliau juga berpesan bahwa peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dapat lebih mendekatkan diri kita semua dengan sifat Nabi Muhammad SAW,  semakin rajin melaksanakan perintah Allah dan Rasulnya dan menyempurnakan ibadah yang kita lakukan selama ini. 
Lebih lanjut Syekh Maulana selalu berpesan agar kita semua dapat m,emberi lebih dari kewajiban dan menerima kurang dari hak. Jika kita ikhlas dengan semua itu, Insya Allah akan banyak terbuka pintu rezeki kita tanpa kita ketahui.
Hal senada dikatakan Ketua Panitia Pelaksana,Yuliana Heri juga menghimbau kepada seluruh jamaah dan hadirin menjadikan momentum peringatan Isro' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1436 H untuk terus memperbaiki dan meningkatkan ibadah sholat agar menjadi manusia yang berakhlak mulia, jujur dan bermartabat.
Sementara K. Sukardi yang mengadakan acara tersebut mengaku senang karena acara yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jatim ini bisa terlaksana dengan penuh hikmah. "Alhamdulillah acara pengajian ini dapat terlaksana dengan sempurna dan penuh berokah yang kami rasakan," kata K. Sukardi yang didampingi istrinya, Ju'ariyah. **(Ang/Sam)

0 comments:

Posting Komentar