'Ada Jual-beli Perkara Di PN Sampang?'

Salah satu terdakwa saat menunggu sidang di PN Sampang. (Foto:detak.com).

Sampang (Detak.com)

Dizaman sekarang sulit untuk mencari keadilan. Hakim yang katanya merupakan "jelmaan" Tuhan dimuka bumi belum bisa dikatakan "pengganti" Tuhan untuk mencari keadilan yang sebenarnya. Utamanya bagi warga miskin yang tidak bisa menyediakan uang ketika berurusan dengan hukum.

Di Kabupaten Sampang contohnya, banyak kasus yang melibatkan orang miskin khususnya sulit untuk mencari keadilan yang nyata. Yang ada hanyalah semacam permainan atau dagelan hukum yang bisa dipermainkan mulai dari tingkat penyelidikan/penyidikan (Polisi), Penuntutan (Jaksa Penuntut Umum- Kejari), atau bahkan pada saat vonis (Hakim).

Meskipun pada hakikatnya, dikabupaten yang terkenal dengan kota Bahari ini sudah ada yang namanya Posbakum (Posbakum). Posbakum yang ada tidak bisa membela tersangka-terdakwa secara total.

"Kami sangat kecewa dengan sistem yang seperti ini. Mentang-mentang kami orang kecil diperlakukan tidak adil" Ujar Marwah (50th) kepada detak.com, Sabtu (16/5/2015) ketika ditemui tim detak.com di warung Rujaknya dekat terminal Kabupaten Sampang.

Marwah menceritakan, sekitar tiga bulan yang lalu dia dipukul oleh rentenir , HS yang merupakan sebagai pemberi hutang kepada Pembantu di warungnya. "Pada saat itu pagi-pagi sekali dia (HS) datang kesini untuk nagih hutang ke Bu Pa, namun karena langsung bentak-bentak, saya tanya baik-baik malah dia langsung memukulkan helm-nya ke kepalaku" ujar Ibu Marweh sambil menunjukkan luka dikepalanya yang penuh dengan uban.

"Setelah itu kami laporan ke Polres Sampang. Pada saat di Polres itu kami dimintai uang oleh Oknum polisi agar is HS bisa ditahan. Namun karena saya tidak punya uang ya gak saya kasih lah" katanya dengan raut sedih.

Janda dari Almarhum Habib Abdullah Assegaf ini menuturkan, "karena saya tidak memberikan uang itu HS tidak ditahan" tambahnya.

"Di kejaksaan juga begitu dia tidak ditahan, sampai juga di persidangan. Informasinya dia sudah memberi uang ke hakim agar dia tidak dihukum" melas Marwah.

Informasinya tidak hanya Marwah yang kecewa. Banyak keluarga korban yang meras tidak puas dengan sistem pencari keadilan di PN Sampang "di PN Sampang
Kalau tidak punya uang jangan harap bisa mencari keadilan. Meskipun sudah ada Posbakum. Karena Posbakum tidak bisa membela secara all out tanpa adanya uang juga" tambah AM (36), keluarga yang pernah meminta bantuan kepada Posbakum. Dan meminta namanya dirahasiakan. (Tar/res)

0 comments:

Posting Komentar