Wisata Baru di Bali Lebih Diminati Wisatawan

Denpasar, Proyek revitalisasi Teluk Benoa di Bali diprediksi bisa memunculkan pusat pariwisata baru di Pulau Dewata. Karena revitalisasi menawarkan fasilitas lebih untuk wisatawan karena kondisi wisata di Bali saat ini yang mulai padat terutama Kuta dan Legian.



Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy, mengatakan, Dilihat dari gambar maketnya, revitalisasi Teluk Benoa sebagai destinasi wisata baru di Bali menawarkan fasilitas lebih yang bisa dinikmati wisatawan. Ada segmentasi market khusus bagi wisatawan yang ingin fasilitas lebih yang berbeda dari di Kuta, Legian, dan Nusa Dua. Kenikmatan untuk stay atau tinggal di situ lebih lama akan lebih menarik bagi para wisawatan,"katanya.

Dengan adanya destinasi wisata di luar Kuta dan Legian, kata Didien apalagi memiliki akses dan fasilitas khusus, para wisatawan bisa berlama-lama untuk menikmati Bali. Terlebih, melihat dari maketnya, revitalisasi Teluk Benoa menawarkan fasilitas lebih bagi wisatawan yang tidak dijumpai di Kuta, Legian, ataupun Nusa Dua.

Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari Indonesia (Gahawisri) ini juga mengatakan, dengan bertambahnya masa kunjung wisatawan di Bali, maka akan meningkatkan perekonomian yang lebih besar lagi bagi masyarakat Bali.

Diketahui, fakta kondisi Teluk Benoa saat ini sangat memprihatinkan. Terjadi pendangkalan yang mengkhawatirkan terhadap kehidupan hutan mangrove akibat sedimentasi. Bahkan, sekarang iniTeluk Benoa dipenuhi sampah, baik sampah sisa pembangunan jalan tol, maupun sampah rumah tangga. Setiap hari tidak kurang sampah yang diangkut mencapai empat truk.

Kondisi ini mendorong pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 51 tahun 2014 yang membolehkan dilakukan revitalisasi di teluk Benoa yang luas keseluruhannya mencapai 3300 Ha terdiri hutan mangrove 1400 ha dan sisanya perairan yang telah alami sedimentasi.

Studi kelayakan bersama yang dilakukan IPB, ITB, UGM, ITS dan UNHAS menghasilkan kawasanTeluk Benoa dapat di revitalisasi. Menurut rencana dari luas keseluruhan 3300 Ha yang akan direvitalisasi 1400 Ha. Revitalisasi teluk


Benoa dilakukan setelah melakukan kajian lingkungan, sosial dan budaya.

Menurut Ketua Umum PWRI, Suriyanto, PD,SH mengatakan,Di Bali yang merupakan icon pariwisata. Dibangunnya kawasan terpadu, seperti fasilitas umum dan akomodasi pariwisata pada wilayah reklamasi bisa menumbuhkan perekonomian Bali, dan juga akan memberikan peluang lapangan kerja bagi masyarakat Bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. 

Diperkirakan sekitar ratusan ribu lapangan kerja baru akan tersedia di kawasan ini. Dengan kata lain dapat mengurangi jumlah pengangguran di Bali dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bali. Masyarakat Bali juga bisa ikut aktif dalam pembangunan wilayah reklamasi Teluk Benoa, agar tidak hanya investor dari Luar Negeri memenuhi pembangunan disana.

Lanjutnya, Pembangunan museum budaya dan seni dalam kawasan reklamasi, secara tidak langsung dapat melestarikan budaya Bali yang menjadi icon pariwisata Bali. Selain itu pembangunan fasilitas umum pada kawasan reklamasi yang mengikuti kaidah bangunan Bali, dapat melestarikan bangunan budaya Bali dan menarik minat wisatawan, sehingga menjadi destinasi baru pariwisata Bali,"lanjutnya

"Negara-negara maju semua telah melakukan reklamasi. Negara lain melakukan reklamasi dan kita tidak, maka kita akan tenggelam. Jika kita sensitif dengan reklamasi, maka Bali suatu saat nanti akan tinggal gunung Agung dan Batur saja, yang lain tenggelam,"tutupnya(gann)

0 comments:

Posting Komentar