Warga Tlanakan Minta Direktur PDAM Pamekasan Diganti.

Kantor PDAM Pamekasan dijalan Kabupaten. (Foto: alfi/detak.com)

Detak, Pamekasan.

Seretnya suplai air PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) ke wilayah selatan kota Pamekasan khususnya daerah Tlanakan membuat warga Tlanakan meminta kepada Bupati Pamekasan untuk memecat Agus S sebagai Direktur PDAM Pamekasan.

Pasalnya, menurut warga selama Agus jadi direktur PDAM belum ada terobosan yang nyata terkait suplai air ke wilayah selatan. "Kami mewakili warga Tlanakan meminta kepada Bupati Pamekasan untuk mengevaluasi sistem kerja direktur PDAM " kata Ifon (35 th) warga Larangan tokol Pamekasan.

Bahkan, kata Ifon Bupati sudah sangat layak untuk memecat Direktur PDAM. "Selain regenerasi, direktur PDAM belum ada terobosan yang bisa mengalirkan air dari PDAM yang ada dikota kota ke daerah-daerah terdekat dari kota" kritik Ifon keopada Detak.com, Jum'at (10/4/2015) kemarin.

"Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati poamekasan harusnya resfonsif terhadap kebijakan yang ada kaitannya dengan hajat orang banyak. Terutama maslah air" jelas Ifon.

Warga Tlanakan dan sekitarnya sangat dirugikan oleh sistem yang tidak merata pembagian air PDAM poamekasan. Pihaknya bisa mengeluarkan Rp 800 ribu - Rp 1 juta Rupiah setiap bulannya. "Itu hanya untuk pengeluaran pembelian air dari tangki. Ya mau gimana lagi la wong air PDAM tidak sampai ke daerah kami" kata ibu 3 anak ini.

"Dan kami bukan tidak berusaha untuk mencari air melului Bor. Namun, didaerah kami sudah kayaknya tidak ada sumber air bersih yang bisa dibor. Jika di bor sampai dalampun hingga 150 meter yang keluar airnya asin yang mungkin air laut yang menyusup ke darat"

"Untuk itu, perlu diperhatikan oleh Bupati Pamekasan. Mengingat daerah tlanakan dan sekitarnya krisis air sepanjang tahunnya" pungkasnya. (Yan/tim)

0 comments:

Posting Komentar