Terkendala Proses Hukum Dua Siswa Kerjakan Soal di Luar Sekolah


SUMENEP, Tidak seperti teman-temannya yang lain dua siswa sekolah menengah umum (SMU) asal Kabupaten Sumenep, terpaksa mengikuti ujian nasional (Unas) di luar sekolah, Senin (13/4/2015).

Dua siswa tersebut, satu sedang menjalani proses hukum atas kasus tindak pidana, sedang satunya lagi siswi yang menjadi korban pemerkosaan asal Pulau Sepudi Sumenep.

"Siswa yang ikut unas di luar sekolah, ada dua orang masing-masing AW (18), asal SMA Miftahul Ulum, Ambunten, ia terlibat tindak pidana curanmor. Sedang satu siswa lainnya, inisial NA (17), asal SMA

Muhammadiyah Gayam, pulau Sepudi, ia menjadi korban perkosaan, dan mengalami tekanan psikis dan harus ikut unas di luar kelas," kata Nurul Hamzah, Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Sumenep.

Meski demikian, dua siswa tersebut tetap mendapatkan pengawasan dari pihak Disdik, Kepala sekolahnya dan perugas dari Rutan.

Sehingga mereka mendapat perlakuan sama dengan siswa lain, yang mengikuti unas dalam kelas.
Dikatakan, untuk peserta unas siswa SMA swasta dan negeri di Kabupaten Sumenep, sebanyak 4.199 siswa. Sedang pesrta unas dari SMK sebanyak 1.162 siswa, MA 5.588 siswa, SMA LB 4 siswa, paket C sebanyak 1.471 siswa.

"Total pesrta unas sebanyak 12.424 ribu siswa, tersebar di 130 lembaga sekolah penyelenggara unas. Sedang ruang yang dipergunakan sebanyak 696 ruangan," pungkasnya.
Informasi mata pelajaran yang di ujikan pada siswa hari ini, ada tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Geografi (IPS), dan Kimia (IPA). (uli).

0 comments:

Posting Komentar