Sesalkan Penguasaan Sepihak, Tokoh Masyarakat Pantura Somasi Penyerobit Tanah.

KH Syakrani Ali Bersama putranya Ahsan Syakrani (foto: Muhtar Suhri/ detak.com).

Detak, Pamekasan.

Penyerobotan tanah warisan oleh orang yang bukan merupakan ahli waris leluhurnya kali ini terjadi di desa Tagangser Laok kecamatan Waru Kabupaten pamekasan.

Sehingga penyerebotan tersebut bisa berpotensi menjadi konflik berkepanjangan antar 2 keluarga yang terikat tali persaudaraan dekat ini.

KH Syakrani Ali (65), adalah korban dari penyerobotan yang dilakukan oleh Sepupunya sendiri. "H Junaidi adalah sepupu saya. Tapi tanah yang dikuasai oleh dia bukan merupakan warisan dari leluhur yang segaris dengan dia. Tahu-tahu tanah itu tetap dikuasai oleh H Junaidi sudah berpuluhan tahun" kata Syakrani mengawali pembicaraan dikediamannya, dusun sumber Sere desa tagangser Laok kecamatan waru kemrin, jum'at (10/4/2015).

Syakrani menceritakan, bahwa awalnya tanah yang luasnya sekitar 2.500 M2 itu adalah warisan dari Bapaknya yakni, KH. ALI yang sudah wafat sejak tahun 1971. Sedangkan yang ada aliran darah dengan H.Junaidi adalah dari garis Ibunya, Hj. Albija (albiya).

Lalu, Ibunya, Ny Hj Albija (Albiya) ini wafat sekitar tahun 2003. Sebelum wafat ibunya berpesan dan menyampaikan bahwa tanah yang sekarang diakui oleh H.junaidi itu adalah milik bapaknya yang sejak beberapa tahun dikuasai oleh keluarga H.Junaidi. "Ibu saya yang menceritakan seperti itu" kata Syakrani.

Untuk memperkuat keabsahan tanah, akhirnya sekitar tahun 2008 Syakrani mencari surat-surat yang berkaitan dengan data autentek tanah. "Dan ditemukan dalam surat petok-C desa tagangser laok bahwa tanah nomer 552 adalah atas nama H.Ali Albija" jelas Syakrani.

Atas dasar itulah akhirnya syakrani ingin mengambil hak tanah yang sudah diwariskan oleh Bappaknya tersebut dan akan diurus surat keabsahan kepemilikan. "Makanya, tahun ini saya akan membuat akte maupun sertifikat yang atas nama aba saya itu" ujar bapak 2 putra ini.

Agar lebih mempercepat proses pengajuan dan lain-lain, Syakrani meminta bantuan kepada Marsuto alfianto SH MH, untuk mendapatkan solusi atau jalan keluar terkait permasalahn tersebut. Dengan kesimpulan hukum, Alfian melakukan somasi (peringatan) secara tertulis kepada H.Junaidi agar bisa mengembalikan baik-baik tanah yang digarap H.Junaidi selama puluhan tahun.

"Iya memang kami setelah mempelajari dari data-data yang diberikan oleh K.Syakrani bahwa layak jika tanah tersebut milik ahli waris dari KH Ali. Dan seharusnya yang mengusai adalah ahli waris dari KH Ali" kata Pengacara Syakrani, Alfian.

Untuk itu, kata alfian, tahapan awal dilakukan somasi kepada pihak yang mengusai tanah itu. "Namun jika nanti pihak HJ mempunyai dasar dalam hal pengusaan tanah dimaksud maka kami akan adu data dipengadilan dimana data yang shoheh menurut hukum pertanahan/agraris" tegas alfian. (Yan/tar/ibnu)

0 comments:

Posting Komentar