Penampilan Irwan Menurun, Pendukung Kecewa Berat.

Irwan menangis saat mentor memberikan kritik. (Foto:citizen//detak.com).

Irwanku Sayang...Irwanku Malang....

Kontestasi ajang pencarian bakat disalah satu TV Swasta Nasional tadi malam menampilkan empat (4) finalis dari tujuh (7) besar dalam konser eliminasi. Ega (Kuningan), Reza (Bandung) , Evi (Masamba-Sulawesi Selatan), serta Irwan (Sumenep Madura).

Nama terakhir, yakni Irwan yang terus mendapatkan dukungan yang begitu banyak dari berbagai kalangan "Madura" tidak menampilkan kwalitas seperti biasanya. Walaupun lolos ke enam (6) besar Irwan dinilai "hancur" dalam penampilan semalam.

Ridak seperti biasnya. Irwan yang biasnya tampil luwes, energik, power full, dengan cengkok klasik ala "Irwan" semalam tidak nampak sama sekali. Yang kelihatan adalah gugup, merasa terbebani dan tampil dibawah form.

Akibatnya, baik pendukung yang langsung memberikan semangat di Studio Indosiar maupun yang melalui nonton bareng diberbagau penjuru tanah air, utamanya Madura kecewa.

Kekecewaan mereka tidak seperti melalui "ocehan" langsung layaknya, Bang Iful, Bunda Ratu (Inul), Bunda Isdahlia, Bang Ben (Beneqno). "Sadisnya" kritik dari para mentor sampai menggunakan kata-kata "hancur", "berantakan" dan lain-lain membuat Irwan menagis diatas Podium kebanggan Indosiar itu. Tidak hanya mentor yang memberikan penilaina miring kepada Irwan. banyak disampaikan kritik bahkan kelewat bats yang disampaikan para penggila (pendukung) Irwan. Mereka menyampaikan melalui status di Media Sosial atau BBM (black berry Messege).

"Mole peih wan mun anyanyi padeh bik jiah (pulang saja wan kalau kamu menyanyi kayak itu" kata Kades Blaban, Moh Sukriyanto melalui bbm Messege sekitar jam 23.50 dini hari tadi.

"Patoron kanak, tang foto se apolong bik Irwan (turunkan teman-teman, foto saya yang digandeng dengan Irwan" tambah kades muda ini.

"La ngarek ongku, Irwan kotuh Mule. Mangkanah je' sombong cong (udah ambil rumput saja, irwan harus pulang. Makanya jangan sombong kawan" kritik sadis dari pengguna telfon pintar bernama, Mr.Alamsyah.

Tak kalah sadisnya kritik dituliskna ole Prie Tv-One. Pria yang sehari-hari sebagai kontributor TV Nasional ini membuat status yang menyentil. "Tangisanmu tidak bisa menyembuhkan lukaku" tera status Prie yang menulis status sekitar jam 12 malam.

Kembali kepada masalah kritik tentang Irwan. Mereka mengkritik bukan maksud untuk melukai Irwan sebagi kontestasi satu-satunya dari Madura dan berdua dengan Danang (banyuwangi) untuk Jatim. Tapi mereka adalah mentor yang tak tercatat dalam memberikan semangat kepada Irwan. Agar nantinya akan menjadi penyanyi yang tegar, tangguh dalam segala situasi. Terlepas Irwan sakit atau apa-apalah.

Dan bangganya, mereka sebagai pendukung Irwan adalah pendukung yang realistis. Artinya mereka mendukung bukan asal dukung. Jika Irwan bagus maka dukungannya sangat bagus. Dan sebaliknya jika penampilan Irwan jelek maka mereka juga tidak sungkan-sungkan mengkritik habis. Sekali lagi tujuannya agar Irwan tampil lebih maksimal.

Beda dengan pendukung Ega. Pendukung Ega dianggap oleh para mentor adalah pendukung yang tidka duka kritik. Buktinya ketika para mentor memberikan kritik yang sangat pedas kepada Ega atas penampilan yang di bawah form, mareka para mentor di bully di media sosial. Anggap dalam hal ini pendukung Irwan (baca; orang Madura) lebih memahami situasi dan lebih terdidik. Padahal tingkat kesalahan antara Irwan dan Ega sama-sama dimasalah "lupa liri", "karangan lirik yang amburaddul diluar teks" dan lain-lain.

Pada akhirnya penulis hanya bisa menyambut Irwan dengan kepalan tangan kanan sebagi tanda: go go go...terus maju Irwan. Kami bangga terhadap kamu... Kritik adalah jamu..minumlah jamu itu, kamu akan kuat.

Penulis: Is Klaber Macan
Tinggal di: @alfianjay79.com.

0 comments:

Posting Komentar