Dalih Tebus Raskin, Kades Dempoh Timur Potong Dana PSKS.

Warga saat menerima PSKS di desa tagangser Daya - Pasean. (Foto: abdussalam syah/tokoh pemuda)

Detak, Pamekasan.

Ada-ada saja cara yang dilakukan oleh oknum kades untuk mengelabui warga miskinnya. Diketahui warganya masuk dalam daftar penerima program sosial berupa PSKS (Program Simpanan Keluarga sejahtera) para kadus (kepala dusun) di desa Dempoh timur kecamatan Pasean mengumpulkan kartu PSKS dari warganya dan dimintai uang Rp 30 ribu rupiah. Para Kadus berdalih bahwa uang tersebut untuk penebusan beras raskin yang sudah lama tidak didistribusikan.

"Warga yang mempunyai kartu (PSKS) diminta Rp 30 ribu oleh Kepala dusun. Yang katanya untuk nebus raskin" kata Masdeli (45) warga dusun Beruh desa Dempoh timur, Kamis (23/4/2015).


"Para kadus itu katanya disuruh oleh Kades Ramli" tambah Masdeli.

Mantan Sekretaris desa dempo timur ini, menyampaikan bahwa apabila warga tidak mau memberikan uang Rp 30 ribu tersebut, maka uang yang didapat dari program PSKS akan dipotong Rp 30 ribu.

"Pada umumnya mereka sangat keberatan. Takutnya nanti hanya dijadikan alasan untuk mengambil kesempatan ketika ada program seperti PSKS ini" jelas bapak 2 putra ini.

Dilihat dari nominalnya, lanjut Masdeli, memang sedikit. Tapi ketika dikalikan 700 orang lebih maka kalau dijumlahkan tetap banyak. "Nah, disitu perlu kiranya pihak berwajib turun tangan atas kejadian seperyi ini. Kok setiap ada program bantuan soasial pasti dibuat bancaan. Tidak hanya raskin yang seperti ini juga dikulitin" kritik alumnus Ponpes Aswaja Ambunten-Sumenep tersebut. (Yan/tim)

0 comments:

Posting Komentar