Untuk Memindah Saluran Listrik, H Azis Mengaku Bayar 8 juta!

Rumah H Azis dijalan Raya Pamekasan - Larangan Badung. (Foto: alfi/Detak.com)

Detak, Pamekasan.

Meskipun jaringan saluran listrik melewati atas rumah barunya, H Azis tetap mengeluarkan uang untuk memindah Saluran Listrik tegangan menengah yang melintas dari kota Pamekasan menuju Kecamatan palengaan dan sekitarnya.

Tidak tanggung-tanggung, H Azis mengeluarkan uang sejumlah Rp 8 juta rupiah untuk meninggikan Saluran listrik dimaksud agar tidak mengenai badan Rumah yang direncanakan menjadi 2 lantai tersebut.

Terlihat, saluran tegangan listrik PLN mengarah secara horizontal diatas rumah milik pengusaha pembuatan kusen beton ini. Namun begitu, agar tidak terjadi kecelakaan berupa sengatan listrik pada saat pengecoran lantai dua, H Azis berusaha menemui pegawai PLN cabang kabupaten Pamekasan.

"Untuk meninggikan 2 tiang kanan kiri ini saya dimintai Rp 8 juta rupiah" kata Azis kepada Detak.com, kemarin jumat (27/3/2015).

Terpantau, tiang penyangga saluran listrik ada 2 buah dengan tinggi kisaran 8 Meter dengan diameter kurang lebih 50 CM.

Tiang yang dipakai secara fertikal itu rupanya mengganggu tukang bangunan yang sedang mengerjakan milik H Azis sehingga harus ditinggikan minimal 3 Meter ke atas.

Namun untuk meninggikan tiang yang mengalir dari arah kota (selatan) ke daerah palengaan (utara) dengan panjang kira-kira 50 Meter memanjang ke arah kanan rupanya tidak gratis.

"Saya kira awalnya untuk memindah ini (kabel listrik) , eh ternyata mahal begitu" kata azis kecewa.

Dengan berat hati azis tetap mengeluarkan uang sebanyak yang diminta oleh oknum atau petugas PLN. "Yah mau gimana lagi lha wong diminta segitu. Ketimbang terjadi kecelakaan kerja kan mending bayar" kesal H Azis.

Warga desa larangan Badung ini berharap ada aturan yang jelas tentang adanya pungutan untuk memindahkan saluran listrik, terutama yang mengalir disekitar rumah warga. (Yan/tim/tar)

0 comments:

Posting Komentar