Tolong Pak Bupati, 2 Anak Ini Mengemis Untuk Beli Sepatu.

Rohman dan Rohmah dua bersaudara (foto:detak.com)

Detak, Pamekasan.

Rohman (9 th) dan adiknya Rohmah (7 th) kedua anak namanya disamarkan, adalah kakak beradik yang setiap hari minggu bergerilya disekitar kota Pamekasan untuk mengais rezeki dengan cara lain yakni dengan mengemis.

Kedua anak berkulit gelap yang mengaku dari desa Larangan ini terlihat masih malu-malu untuk "mengemis". Tidak seperti pengemis pada umumnya Rohman masih menggunakan seragam celana pendek coklat khas Pramuka. Sedangkan adiknya, Rohmah menggunakan pakaian blus khas anak desa.

Tidak tampak alas kaki atau sepatu ditelapak kakinya. Mereka hanya tersenyum ketika terus diawasi oleh beberapa orang yang sedang menikmati sarapan di sebuah warung disekitar jalan Jokotole Pamekasan.

Mereka tampak malu-malu ketika mengangkat dan menengadah satu tangan kanannya untuk dibelas kasihani. Tak terdengar kata "kasih sedekah pak" atau ucapan "beri rezeki buk" setiap untai katanya. Ya, mereka nampak sungkan dan malu. Mungkin keduanya masih amatiran dalam "mengemis".

"Lho kamu mengemis ya?" Tanya salah satu pembeli makan Soto ayam"

Rohman tidak menjawab. Sementara Rohman hanya memantau dari kejauhan terhadap kejadian itu.

"Ya pak" jawab Rohman diselingi senyum khas tidak berdosa anak sekolah.

"Lho untuk apa kamu ngemis. Kamu gak sekolah ya?" tambah isteri dari pemuda yang terlihat membawa mobil "city car" keluaran terbaru.

"Kami sekolah pak. Kalau saya kelas 5 SD, sedangkan adik saya kelas 3 SD" katanya polos sambil melirik adiknya.

"Saya mengemis cuma 2 kali ini pak. Hasilnya mau saya kumpulkan untuk beli sepatu sekolah" kata Rohman.

" Ooo kalau kamu sekolah ini buat kamu berdua" kata Pasangan muda ini sambil memberikan uang selembar Rp 10.000. Setelah itu berlalu masuk ke dalam mobil.

"Sakalangkong pak" keluar ucapan terima kasih dari mulut Rohmah dengan bahasa madura yang membuta pengunjung rumah makan tersenyum. (Yan/tim)

0 comments:

Posting Komentar