Perpustakan Pamekasan Terbitkan Ribuan Kitab Kuning.

Ahmad Zaini, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pamekasan. (Foto: Arsip Detak.com)

Detak, Pamekasan.

Kantor Perpustakaan Dan Arsip Kabupaten Pamekasan yang terletak di jalan Trunojoo Kabupaten Pamekasan yang selama ini hanya dikenal mempunyai bahan bacaan Referensi Buku-buku pedndidikan Umum rupanya sudah mulai menyediakan kitab-kitab kunig.

"Hal ini kami lakukan karena adanya kritik dari masyarakat bahwa Perpustakaan Kabupaten pamekasan kurang menyediakan kitab-kitab klasik yakni kitab kuning" ujar Ahmad Zaini, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip kabupaten Pamekasan, jumat (27/3/2015).

Zaini memaparkan, bahwa Perpustakaan adalah kantor pelayanan jasa yang peruntukannya untuk mencerdaskan masyarakat Pamekasan melalui budaya baca yang baik. "Untuk itu kami sekarang sudah mencetak ribuan kitab kuning (klasik) yang bisa dijadikan bahan referensi bacaan kaum Santri, masyarakat sesuai dengan motto "Pamekasan sebagai kota Gerbang Salam" tambah Pria asal kecamatan proppo ini.

Untuk selanjutnya, kata Zaini, dia berharap masyarakat bisa antusias dengan adanya kitab kuning yang dimaksud dan bisa menumbuhkan budaya baca yang baik.

"Karena kitab kuning ini adalah referensi bagi kaum baca Pamekasan untuk mengetahui seluk-beluk tentang hukum. Utamanya hukum Islam, Imam, tauhid, dan Ilmu sosial secara islam tentunya" paparnya.

Dijelaskan pula, untuk saat ini yang sudah tercetak, ada sekitar 500 judul Kitab klasik. "Kalau jumlah kitabnya mencapai 2000-n kitab. Karena setiap judul ada sekita 20 jilid" jelasnya.

DISAMBUT BAIK KALANGAN SANTRI.

Dicetaknya ribuan kitab Klasik oleh kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten pamekasan disambut baik oleh kalangan santri di pamekasan.

"Perpustakaan selama ini dikenal hanya menampung buku-buku umum. Nah apa yang dilakukan oleh kepala perpustakaan kabupaten Pamekasan perlu kami aspirasi secara baik. Dan itu merupakan teroboisan yang sangat kami dukung" ujar Ustadz Moh Amin jakfar, guru Agama SD islam Ponpes Banyuayu pamekasan.

Hal yang sama disampaikan oleh, Achmad fauzy Muhammad. Ustadz alumnus PP Miftahul Ulum betet tahun 2002 ini berpendapat bahwa yang dilakukan oleh kepala Kantor pespustakaan Kabupaten pamekasan adalah hal yang sangat luhur. "Zaman sekarang ada orang yang mempunyai terobosan seperti itu perlu masyarakat dukung. Dan kami berharap dicetaknya kitab kuning itu membuat masyarakat bisa membudayakan membaca kitab kuning. Tidak hanya buku-buku umum seperti yang sebelum ini" kata Ahmad.

Bustami, alumnus 2012 PP Almardliyah tagangser laok ini juga berpendapat, bahwa terobosan yang dilakukan kantor perpustakaan pamekasan bisa menjadi penyemangat bagi kaum muda untuk membaca kitab-kitab kunig.

"Itu sangat kami dukung semoga program itu terus berlanjut untuk seterusnya" kata Bustami melalui ponselnya kepada Detak.com. (Yan/tar/tim)

0 comments:

Posting Komentar