Parkir Pantai Camplong Dikelola Secara Liar.

PantaiCamplong. (Foto alfian.
Minggu 23/03/2015 jam 15.30 wib)

Detak, Sampang.

Keberadaan Pantai Camplong sebagai pantai wisata di Kabupaten Sampang rupanya belum dikelola secara benar. Parkir masuk kendaraan sebelah timur pantai yang berada di jalan raya Camplong itu hanya dikelola oleh pemuda desa yang mengaku sebagai anggota Karang Taruna Desa.

Umumnya, pengemudi roda 4 yang mau memasuki tempat wisata laut ini dikenai "jalan paksa" sebesar Rp 15.000 rupiah. Sedangkan untuk roda dua yakni sepeda motor dikenai "pajak" oleh warga sebesar Rp 5.000 rupiah tidak diberikan bukti berupa karcis resmi dari pemerintah daerah kabupaten Sampang.

Sangat disayangkan ketika tempat wisata seterkenal pantai camlpong hanya dikelola perorangan atau kelompok yang menejemennya tidak jelas bahkan seperti premanisme ketika meminta "karcis" kepada para wisatawan.

Hal ini dikeluhkan beberapa pengunjung yang pada hari minggu kemarin tanggal 22 April 2015 secara kebetulan berbarengan dengan kedatangan tim detak.com. Rombongan Wisatawan yang mengaku dari berasal dari Sleman Daerah Istimewa Jogyakarta ini contohnya. Mereka malah membandingkan dengan pantai Pantai Parang Triris atau Pantai Depok - Gudung Kidul jogyakarta. Katanya, seharusnya pantai indah seperti Camplong harusnya dikelola secara benar.

"Padahal pantainya disini lebih bagus dari pantai Parang Tritis atau Pantai Depok di Jogyakarta" kata Setiyaningrum (22 tahun) pengunjung pantai Camplong.

Dia membandingkan, di pantai Parang Tritis atau Depok para pengunjung tidak bisa dengan nyaman duduk-duduk santai apalagi jika membawa anak kecil. "Kalau maslah pasirnya malah lebih bersih disini. Ombaknya memang besar disana (Parang tritis - Depok) tapi bagi para pengunjung yang membawa anak kecil sangat tidak aman jika mau bermain dibibir pantai" kata ibu muda ini pada Detak.com dilokasi.

"Makanya saya lihat disini seharusnya dikelola dengan baik. Jika dikelola dengan benar kan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Dan tentu saja Sampang bisa mendapatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang lumayan" tambahnya.

Jika diteruskan seperti ini, kata ibu dari Rafsyanjani (1,5 th) malah bisa menimbulkan konflik antar perorangan yang bisa berujung ke hal yang negatif.

Akibat pengelolahan yang terkesan liar membuat pemerhati lingkungan Kabupaten Sampang, Adnan Adhi Putra berpendapat . "Seharusnya Pemda Sampang segera mencari solusi terhadap kejadian di pantai wisata Camplong itu. Jangan-jangan ada setoran lain ke oknum-oknum di jajaran birokrasi Pemerintah Daerah Sampang" heran Adnan. (Yan/tim)... BERSAMBUNG....

0 comments:

Posting Komentar