Kepala Sekolah MTSN Pademawu- Pamekasan Diduga Sunat Dana BSM.

Detak, Pamekasan.

Pahlawan tanpa tanda jasa rupanya kurang pantas disematkan bagi oknum guru yang mengambil keuntungan dari dana bantuan Siswa Miskin.

Guru dalam hal ini Kepala Sekolah MTSN Pademawu- Pamekasan diduga menyunat atau tidak memberikan keseluruhan dana berupa BSM (bantuan siswa Miskin) yang seharusnya Rp 750.000 rupiah bagi semua siswa yang mendapatkan KPS (Kartu Perlindungan sosial) dari kebijakan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Hal ini baru diungkap oleh Matrosah (36 th) warga desa lemper kecamatan pademawu Kabupaten Pamekasan.

Pria yang dalam sehari-hari dipanggil Guteres ini menceritakan, bahwa anaknya saat ini masih tercetat sebagai siswi kelas 2 (atau kelas 11)  MTSN Pademawu- Pamekasan. Pada waktu lalu, anaknya mendapatkan dana bantuan pemerintah hanya sebesar Rp 300 ribu rupiah lebih. "Intinya dibawah Rp 400 ribu" singkat Guteres dikantor Detak.com, gedung Islamic Centre lantai II Nomer 15 pamekasan.

Nah uang yang seharusnya diberikan kepada anaknya sebesar Rp 750 ribu sesuai ketentuan Pemerintah. "Anehnya kenapa anak saya cuma mendapatkan sekian ( antara Rp 300 ribu dibawah Rp 400 ribu" geram Guteres.

Untuk selanjutnya dia akan melaporkan Kepala Sekolah MTSN Pademawu- Pamekasan ke Polres pamekasan dalam waktu dekat ini. "Makanya saya sudah memberikan kuasa kepada Posbakumadin kabupaten sampang untuk melaporkan Kepala Sekolah MTSN Pademawu- Pamekasan" tambah ayah dari Ina Rosa ini.

Lalu kenapa dilaporkan sekarang? "Sebetuknya rencana saya melaporkan dari dulu cuma masih lihat situasi. Dan juga yang menjadi korban nanti bisa melaporkan seperti saya ini" pungkas pria asal Sampang. (Yan/tar).

0 comments:

Posting Komentar