Hari Ini, Rohaniyah Dituntut Jaksa.

Terdakwa Rohaniyah (duduk paling belakang) saat menunggu proses persidangan di PN Sampang beberapa waktu lalu. (Foto//Muhtar// detak.com)

Detak, Sampang.

Setelah mengikuti beberapa proses persidangan, mulai dari pemberkasan, keterangan saksi-saksi, hingga keterangan terdakwa hari ini Rabu (25/3/2015) Rohaniyah akan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sebelumnya, Rohaniyah yang didakwa melakukan pencurian emas sekaligus menggadaikan emas milik keponakan suaminya mengakui atas semua perbuatannya. Namun, terdakwa mengelak bahwa yang dilakukan adalah perbuatan mencuri sebagaimana yang didakwakan oleh JPU yang diketuai Ridwan Ismawanta SH MH. "Saya tidak mencuri, saya cuma menggadaikan barang (emas) itu" katanya pada saat persidangan Rabu, minggu yang lalu.

Rohaniyah beralasan, jika dia mencuri maka perangkat emas berupa 2 kalung, 3 gelang serta sepasang anting itu tidak dimasukkan ke Pegadaian."Tapi sudah saya jual ke pasar gelap." Kata ibu muda ini di muka mejelis dari PN sampang yang diketuai oleh Afrida SH SH.

Maka dari itu, lanjutnya, terdakwa punya inisiatif untuk menebus kembali barang (emas) itu setelah dia mempunyai uang yang rencananya mau bekerja sebagai TKI bersama suaminya ke negeri jiran Malaysia.

"Say sudah ada rencana dengan suami saya untuk berangkat ke malaysia. Namun keburu dilaporkan. Ya sudah saya pasrah" ungkapnya.

Lalu kenapa terdakwa mencuri barang-barang itu sedangkan barang - barang tersebut sudah biasa terdakwa pinjam kepada Korban Maryamah? Pertanyaan Hakim Afrida yang demikian membuat Rohaniyah menjawab. "Pada saat itu sepertinya Maryamah (korban) kemungkinan tidak akan ngasih kembali. Karena saya sudah dianggap sering meminjam bu hakim" ujarnya memelas.

"Maka dari itu dengan terpaksa karena saYa sudah ditekan hutang dari rentener itu saya nekat menyuruh yadi (Buron) untuk diambil di lemari pakaiannya Maryamah" sambungnya.

Rohaniyah merinci, uang hasil dari penggadaian sejumlah Rp 50.100.000 dioeruntukkan untuk: bayar hutang Rp 26 juta, dan beli HP untuk Yudi Rp 2,1 juta. "Terus sisanya yang Rp 15 juta yang itu bu Hakim" pungkas Rohaniyah sambil menunjuk tumpukan uang sejumlah Rp 15 juta di meja majelis yang dijadikan Barang-bukti (BB) oleh JPU. (Yan/tar)

0 comments:

Posting Komentar