Harga "Sapi Sonok" Melangit, Berharap Namanya Dipatenkan.

Sapi Sonok Milik Achmad Saudy dengan julukan " Putri Sriwijaya".

Detak, Pamekasan.

"Sapi Sonok" bukan berarti sapi yang diberi pakaian berupa kaos atau "Sonok" kata orang Madura. Tapi adalah sapi perempuan yang dirawat secara maksimal agar menjadi sapi yang sehat sehingga terlihat gemulai dan cantik laksana "putri Indonesia" atau bahkan seperti "Miss universe" ditingkat dunia.

Nilai atau harga Sapi Sonok juga tidak kalah dengan "Sape Kerap" yang dikenal menjadi budaya Madura sebelumnya. Tidak heran penggemarnya semakin banyak dan menggurita. Selain harga yang menjadi acuan bagi penggemar, juga cara merawatnya yang dianggap lebih sederhana dan tidak ribet juga pada saat kontestasi pada saat perlombaan terkesan tidak menyiksa hewan. Beda dengan Sape Kerap tentunya.

Jika dirwat dengan baik-baik harganya bisa berkali-kali lipat. Bahkan jika patokannya Sapi biasa yang bukan "Sapi Sonok", sapi dewasa yang sudah cukup untuk disembelih (dijagal) untuk diambil dagingnya hanya dikisaran antara Rp 10-20 juta rupiah, namun jika dibandingkan dengan sapi yang terkenal diawal tahun 90-an kalah jauh. Bandingkan untuk anakan saja (baru lahir) atau biasa disebut "empek" harganya sudah bisa mencapai Rp 30 juta lebih. Apalagi harga sapi yang sudah pernah menjadi juara dikontes kecantikan "sapi sonok" harganya bisa mencapai Rp 100 juta bahkan lebih!.

"Jika sudah rezekinya kadang kita cuma beli diharga murah tapi setelah kami latih, kali rawat dan kemudian diikutkan kontes dan bahkan menang maka harganya bisa ratusan juta" kata Penghobi "Sapi sonok" Achmad Saudy asal desa Tagangser daya-Pasean.

Saudy, Sapaan akrab pria 32 tahun ini mendetailkan cara-cara merawat "sapi sonok" dengan baik. "Intinya sama dengan manusia, selain makanan harus sehat, minumnya juga dikasih minuman yang bersih. Terus dikasih jamu khusus misalnya telur ayam kampung dan ada sentuhan tersendiri oleh penmilik sapi" beber Saudy kepada detak.com beberpa waktu lalu.

Biasanya ramuan jamu yang dikasihkan, menurut Saudy adalah jamu yang sesuai dengan kondisi alam, misalnya antara kemarau dengan musim penghujan itu beda -beda racikannya. "Tapi yang terpenting menjaga kesehatan dan kebugaran sapi secara menyeluruh" jelasnya.

Dengan makin banyaknya penggemar "Sapi sonok", kata pria 2 anak ini berharap kepada pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Pamekasan, umumnya bupati seluruh madura mematenkan nama "Sapi Sonok" menjadi Trand Mark khusus Sapi kontes Madura.

"Sehingga sapi Madura, khususnya sapi kontes ini makin dikenal dikancah Nasional bahkan internasional" paparnya. (Yan/tim)

0 comments:

Posting Komentar