Harga Cabe Jamu Tinggi, Maling Sering Beraksi.

Ruduni saat Panen Cabe Jamu. (Foto edy k/ detak.com sumenep).

Detak, Sumenep.

Cabe Jamu (Pepper retrofractum) adalah tanaman merambat yang sedang ngetren dibudidayakan oleh petani harganya lagi meroket. Akibatnya banyak cara yang dilakukan secara instan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab untuk memiliki dan menjualnya.

Orang-orang tidak bertanggung jawab yang kita maksud adalah Pencuri. Pencuri selalu berkeliaran untuk mengambil cabe jamu milik perorangan terutama yang jumlahnya sangat besar.

Agar tidak dicuri, Ruduni (45 th) warga Desa lembung barat kecamatan Lenteng terpaksa memanen buahnya agar tidak didahului oleh orang lain.

"Yah, kami terpaksa memanen dini agar tidak keduluan orang lain. Maklum disini banyak maling cabe jamu" ujar Ruduni kepada detak.com Kamis (26/3/2015) disaat memanen.

Ruduni beranggapan jika dipaksakan sampai sangat tua, maka belum tentu dia bisa menjual karena sudah keduluan orang lain yakni maling.

Tingginya harga cabe jamu yang mencapai Rp 85 ribu (kering) dan Rp 35 ribu pada waktu basah mebuat maling berkeliaran.

Masyarakat berharap pihak aparat kepolisian agar segera menangkap pelaku pencurian cabe jamu di daerahnya. "Karena masyarakat sudah sangat resah" katanya. (Yan/ed/sul)

0 comments:

Posting Komentar