"Gua Ajaib "Rojing Akan Segera Di-Perdakan.

Gua Rojing Desa Blaban- Batu Mar-mar

Detak, Pamekasan.
- KABAR gembira bagi masyarakat Blaban, utamanya yang saat ini tinggal dan hidup di sekitar "Goa Ajib" Rojing yang terletak di dusun Rojing desa Blaban Kecamatan Batu Mar-mar.

Kabarnya, Goa yang ditemukan oleh warga ketika menggali sumur itu akan dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) baik tentang manajemen maupun pengelolahannya termasuk penganggaran.

Demikian disampaikan anggota DPRD II Kabupaten pamekasan, Sahur Abadi SH. "Goa yang treletak di desa Blaban yang baru ditemukan itu akan segera dibuatkan Perda. Dan sekarang sedang digodok di internal Komisi IV" kata mantan aktifis ini pada Detak, Jumat (20/3/2015).

Sahur menjelaskan, perlu ada aturan yang baku untuk memaksimalkan potensi wisata. "Nah disitu harus ada Perda yang mengatur. Terutama masalah penganggaran dan input termasuk didalamnya tentang Parkir pengunjung dan karcis masuk ke goa tersebut" katanya.

Teknis penganggaran harus sesuai dengan kebutuhan untuk melakukan pengerukan dari sebelah timur Gua yang saat ini masih terlihat seperti sumur biasa dari atas atau samping.

"Kalau kami memnatau ke lokasi Gua, itu harus dikeruk dari arah timur agar pengunjung bisa langsung menikmati suasana didalam goa itu" jelas Politisi asal desa Campor ini.

"Nah anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit. Perlu juga komunikasi dengan tokoh masyarakat Blaban, utamanya Kades blaban" jelasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, Kades Blaban, M Sukriyanto berpendapat bahwa Kaitannya dg gua Rojing, Kades muda ini berfikir bolanya ada di pihak Pemerintah Daerah untuk ditindaklanjuti agar menjadi tempat yang bisa dinikmati semua orang tentunya yang bisa sebagai sumber PAD.

"Kami berharap gua ini akan menjadi salah satu objek wisata di pamekasan. Apalagi setelah dibuka untuk umum sudah lebih dari 3 ribu pengunjung yang datang ke gua tersebut, hal itu dpt dibuktikan dari tiket yang dikeluarkan oleh panitia, sampai hari ini pun masih banyak yang penasaran untuk berkunjung, nah ini kan bisa mendapatkan PAD yang besar jika dikelola dengan benar" Kata sukri.

" Untuk selanjutnya, pemilik lahan dan pemerintah desa tidak punya kemampuan gua ini di kelola sendiri, makanya pemilik lahan jika dimungkinkan untk di jadikan aset daerah kami mempersilahkan untuk dilakukan komuniksi dg pemilik" jelasnya.

Tentu saja, kata Sukri, semua itu tidaklah lepas dari kajian pemerintah dari unsur dinas terkait, "karna kami juga menginginkan objek wisata ini berkesimbungan dan memberi dampak positif baik pemerintah maupun ekonomi masyarakat sekitar" jelas kades muda ini. (Yan/tim)

0 comments:

Posting Komentar