Diduga Palsu SK PNS, Slamet Akan Dilaporkan Ke Polisi

Detak, Pamekasan.

Wahyudi Abdullah atau biasa dipanggil Didik warga jalan Masjid Bagandan 189 Kelurahan Jung Cangcang Kecamatan Kota Pamekasan merasa ditipu oleh Slamet, jalan Darma gang 1 Kelurahan Lawangan Daya Kecamatan Pademawu.

Korban Didik bercerita, bahwa awalnya dia berteman dengan Slamet dengan baik. Dalam pertemanan yang baik itu Slamet bercerita kepada korban bahwa Slamet bisa membantu korban dalam hal pengurusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemda Pamekasan.

Untuk menjadi PNS, korban dimintai uang sejumlah Rp 100 juta oleh Pelaku, Slamet. Namun, hingga hingga diketahui kedoknya korban baru menyetor uang sejumlah Rp 36 juta rupiah.

"Yang saya masukkan ke dia (Slamet) pertama Rp 25 juta dan yang ke-2 Rp 11 juta rupiah" kata Didik ketika ditemui Di depan Mapolsek Blumbungan Selasa (24/3/2015).

Uang sejumlah Rp 36 juta tersebut, Didik merinci bahwa yang Rp 25 juta untuk pengurusan PNS Murni, yakni Calon PNS yang sebelumnya belum menjadi tenaga honorer. "Nah, yang 11 juta saya bayar untuk meloloskan ponakan saya yang sudah menjadi tenaga honorer agar masuk ke PNS" tambah Didik memelas.

Slamet sangat lihai. Dalam melakukan penipuan itu, modus operandinya adalah dengan membuat SK (Surat Keputusan) Aspal yang lengkap dengan Kop dan stempel dari kementerian bahwa yang bersangkutan sudah benar-benar masuk ke Calon PNS yang sudah ditetapkan oleh Menteri.

"Namun setelah saya cek ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah) nama yang dibuatkan SK tersebut tidak ada. Pun begitu di Dinas keuangan. Padahal biasanya kalau sudah SK keluar, nama-nama sudah masuk ke BKD dan Dinas keuangan" kata PNS di Dinas Bakesbangpolinmas ini.

"Nah setelah itu saya curiga bahwa SK itu palsu. Makanya saya minta semua uang yang sudah saya kasikan ke dia"

Untuk selanjutnya, Didik meminta dengan baik-baik kepada Slamet yang akhirnya Slamet memberikan pernyataan diatas materai bahwa akan mengembalikan semua uang tersebut. Namun hingga surat pernyataan kadaluarsa Slamet tidak bisa mengembalikan.

"Makanya saya laporkan saja. Untuk hari ini belum saya laporkan masih digelar oleh pihak Mapolsek melalui Kanit reskrim Polsek pademawu. Besok sudah dibuatkan LP (Laporan Kepolisian)" Pungkas Didik yang ditemani oleh Penasehat Hukumnya, Marsuto Alfianto SH di Mapolsek Pademawu.(Yan/tar/res)

0 comments:

Posting Komentar