BBM Naik, Ongkos Angdes Pamekasan - Waru Melambung

Salah satu SPBU Di Kabupaten Pamekasan (foto: alfi/detak.com).

Diberlakukannya harga baru BBM (Bahan Bakar Minyak) oleh pemerintahan Jokowi-JK yakni, Rp 7.400 untuk premiun (sebelumnya Rp 6.900) dan Solar Rp 6.900 (sebelumnya Rp 6.400) membuat beberapa komponen langsung menaikkan tarifnya. Selain harga sembkao yang langsung meroket, begitu pula ongkos angkutan desa diwilayah Pamekasan- Madura.

Para sopir dengan sengaja menaikkan ongkos dari Rp 10.000-12.000 sebelumnya menjadi Rp 15.000 rupiah. Menaiknya tarif ongkos membuat beberapa penumpang kaget, maklum kenaikna harga BBM belum diketahui oleh penumpang.

"Saya kaget bahwa ongkos sudah Rp 15 ribu" kata Slamet, penumpang angdes dari Pamekasan menuju waru kepada Detak.com, minggu (28/3/2015).

Sebelumnya, tarif ongkos dari pamekasan-Waru atau sebaliknya hanya sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu rupiah.

Namun begitu, bapak dua anak ini tetap membayar ongkos yang diminta oleh sopir angdes. "Yah mau gimana lagi lha wong diminta sekian" ucapnya.

Allif, Sopir angkutan desa asal kecamatn waru memberi tanggapan. Bahwa dinaikkannya tarif ongkos terpaksa dilakukan oleh para sopir mengingat harga BBM sudah naik. "Teorinya kan begini, angdes ini kan belum di subsidi oleh Pemerintah. Lain halnya dengan PO (perusahaan Oto bus yang bergerak dibidang transportasi. Jadi untuk menaikkan tidak perlu ada instruksi dari Pemerintah" ujar Allif.

"Jika tidak dinaikkan maka sopir akan merugi. Nah kalau merugi siapa yang bertanggung jawab?. Apalagi penumpang sekarang sepi. Jika narik sering kita merugi meski belum BBM naik. Apalagi tambah naik seperti saat ini" kata Allif. (Yan/tim)

0 comments:

Posting Komentar