Amal di Jalan Raya Dirorot


Aktivis MAN Sumenep Soroti  Amal di Jalan Raya, dianggap melecehkan ummat Islam
Sumenep—Banyaknya stand amal masjid di jalan raya di wilayah  kabupaten Sumenep yang kerap mengganggu kendaraan dan pengguna jalan mendapat tanggapan serius dari kalangan pelajar di setempat.
Mereka menilai stand amal di pinggir jalan dengan menggunakan alat pengeras suara (loudspeker) itu dinilai sangat mencederai citra umat muslim, bahkan cenderung memberikan kesan tidak nyaman dikalangan warga Sumenep.
"Disamping bisa melukai citra umat muslim di Sumenep. Pundi-pundi amal di pingir jalanan itu sangat mengganggu pengguna jalan yang lalu lalang. "Jadi hemat saya sebaiknya dibubarkan saja dan pemerintah kabupaten Sumenep segera mengambil solusi terbaik. Bagaimana pembangunan masjid yang belum selesai itu segera teratasi dengan baik tanpa harus meminta-minta di pinggir jalan," kata Yusrina aktivis pelajar MAN Sumenep.
 "Saya kurang yakin kalau umat islam begitu piciknya melakukan derma, , hingga mereka melakukan cara-cara itu, apalagi untuk kepentingan pembangunan atau rehabilitasi terhadap masjid. Saya menghimbau agar umat islam agar melakukan cara-cara lain yang tidak mengganggu dan mencederai umat islam itu sendiri." pungkas.
Menurutnya, masih banyak cara-cara yang lebih baik dan sopan untuk mengumpulkan dana dalam rangka pembangunan dan rehab masjid. Misalnya dengan membentuk donator dan dortudor kepada warga sekitar dan masyarakat muslim di wilayah kabupaten tersebut.
Pantauan wartawan Detak.com  di kabupaten Sumenep, ada beberapa tempat yang masih terlihat menjalani aktivitas amal masjid di pinggir jalan tersebut. Antara lain di Kecamatan Lenteng (kawasan pasar lenteng) Kecamatan Rubaru, Kecamatan Pasongsongan (Desa Padangdangan), Ambunten Barat dan beberapa tempat lainnya di Sumenep.(uli)

0 comments:

Posting Komentar