Penanganan Air Bah Di Pasar 17 Tak jelas

Pamekasan.

Kerusakan jalan akibat kurang maksimalnya penanganan akibat air bah (banjir) akibat dari hujan tidak hanya terjadi di Pasar Kolpanjung. Di pasar 17 Agustus pamekasan juga demikian, bahkan lebih parah.
Pantauan Detak.com, Pasar terbesar di pamekasan ini dibagian timur tergenang air yang terus mengalir. Tidak ada penanganan atau pengalihan air dari ujung timur pasar menuju jalan raya.
Akibatnya, air terus mengalir ke jalan raya jalan Pintu gerbang dan mengakibatkan pengemudi berhati-hati apabila melewati jalan lurus itu.
Apalagi, jika yang melewati daerah tersebut adalah pemotor roda dua. Untuk pengendara roda harus lebih ekstra hati-hati, karena sangat dimungkinkan akar terkena semburan air akibat dari gesekan antara Ban roda empat atau truk yang lebih dari roda empat/enam.
"Kalau ini dibiarkan maka jalan ini akan cepat rusak" ujar joni, pengemudi mobil jenis Pick Up yang kebetulan melintas di jakan agak menanjak sedikit itu.
"Harusnya pihak-pihak terkait tanggap terhadap kejadian ini. Apalagi nanti akan berakibat terhadap pengendara yang sebabkan kecelakaan" tambahnya.
Tanggapan berbeda disampaikan oleh Fery (25 th) warga desa buddagan yang setiap harinya melintasi daerah sepanjang 50 Meter itu. "Saya kapan hari pernah hampir kecelakaan akibat mobil yang dari arah seberang selatan menghindari air. Sehingga sopirnya ambil jalan agak ke kanan." Sungut fery.
"Untungnya saya dapat menghindar. Jika tidak ceritanya sudah beda" tambahnya.
"Saya berharap pihak-pihak harus memperhatika jalan tersebut. Takut ada yang kecelakaan" pingkasnya. (Tar/yan)

0 comments:

Posting Komentar