Misnawi Tak Jadi Di Amputasi

 Detak, Pamekasan--Misnawi (36 tahun), anak durhana yang hendak membunuh bapak kandungnya sendiri pada hari Kamis (12/02/2015) yang lengan bagian atasnya didor polisi tidak jadi diamputasi alias dipotong.
Kabar sebelumnya, bahwa lengan Misnawi harus diamputasi di RSUD Kabupaten pamekasan. Namun hal tersebut dibantah oleh Humas RSUD Slamet Martodiwirjo Pamekasan. " Dia tidak jadi diamputasi, dia sudah dipindah ke klinik Polwil (Polres) Pamekasan bang" kata Drg Saleh Lahadi SH, Humas RSUD Kabupaten Pamekasan kepada Detak, Sabtu (14/02/2015).
Desas-desus bahwa tangan kanan, tepatnya lengan bagian atas Misnawi akan diamputasi oleh Tim Dokter RSUD Kabupaten Pamekasan. Lengan kanan bagian atas Misnawi hancur akibat terjangan timah panas oleh Tim Sniper Kesatuan Brimob Polda Jatim. Jika yidak dilakukan penembakan terhadap tangan kanan bagian atas Misnawi kemungkinan besar pisau yang dijadikan alat penyanderaan terhadap bapak kandungnya itu akan mencelakai bahkan bisa membunuh orang tua yang sudah sepuh tersebut.
Banyak pihak menyayangkan terhadap apa yang dilakukan oleh Misnawi. Pihak-pihak tersebut berasumsi bahwa Misnawi bisa gelap mata akibat dari setres berat karena pengaruh Narkoba. "Jadi biasanya kalau sudah pengaruh Narkoba orang bisa tak terkontrol emosinya" kata Zahra'ie warga desa larangan Badung yang anaknya mantan pecandu Narkoba.
"Menurut saya orang-orang seperti Misnawi layak untuk mati. Harusnya Polisi menembak mati orang seperti dia" tambahnya. **(Yan/tar)

0 comments:

Posting Komentar