Keris Empu Sumenep Makin Diminati Pelanggan Manca Negara

Sumenep—Empu (pembuat keris) Desa Aeng Tongtong Kecamatan Saronggi, bisa dikatakan hampir tidak pernah sepi. Karena, disamping permintaan masyarakat lokal yang membuat keris dengan aneka ragam, permintaan pelanggan dari luar, seperti dari negara Belanda, Malaysia, Singapure, Thailand bahkan Amerika juga tidak pernah putus.
Diakatakan, para empu keris sejak masa penjajahan Belanda hingga saat ini, tetap menjaga nilai seni keris Aeng Tong-tong yang memang dikenal cukup tinggi. Apalagi dulunya, keris dijadikan cendera mata oleh para pembesar-pembesar Belanda, baik dijadikan oleh-oleh ketika mereka pulang ke Belanda, ataupun untuk diberikan sebagai hadiah persahabatan dan juga penghargaan kepada para panglima perang.
Kepala Desa Aeng Tong-Tong, Taufik Rahman, mengaku  masih sering mengirim ke Belanda, utamanya ke Amsterdam yang menjadi tempat benda-benda pusaka dunia.
Menurut Taufik, para pengrajin keris di Desanya tetap menjaga kualitas barang, agar tidak sampai pelanggan kecewa yang akhirnya membuat nama baik pengrajin keris di Desa Aeng Tong-tong tidak diminati pelanggan yang fanatik dengan pamor maupun kualitas keris.
Disamping itu, pihaknya berharap melalui berbagai pertemuan dan pembahasan mengenai ijin khusus berkaitan dengan pengiriman keris, pihaknya terus menjemput bola, agar perijinan pengiriman keris lebih dipermudah, sehingga pengrajin keris tidak was-was lagi ketika harus mengirim barang pusaka hingga keluar negeri.
"Syukurlah dalam pertemuan terbaru bersama para pengusaha di Sumenep, para pimpinan SKPD yang difasilitasi Bupati Sumenep sudah ada sinyal pengiriman bisa diproses melalui rekomendasi dari Disbudparpora Sumenep, sehingga bisa memberikan jalan keluar yang terbaik,"tambahnya. (uli)
 

0 comments:

Posting Komentar