TANAH DIGERUK WARGA, HANAFI NGADU KE POLISI

DETAK,  PAMEKASAN
Hanafi, 58 tahun, warga Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean melaporkan kejadian yang terjadi lingkungan Toko miliknya ke Mapolsek Pasean.
Kejadian yang dimaksud adalah digeruknya tanah yang ada disekitar pekarangan disekitar toko miliknya oleh keluarga Ahli waris Karmo (almarhum). Ahli waris Karmo dengan menyuruh orang untuk mengambil batu-batu yang ada sekitar toko miliknya. 
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan didampingi Advokatnya, Marsuto Alfianto SH, Senin kemarin (12/1/2015) Hanafi melaporkan  hal tersebut ke Mapolsek Pasean.
"saya datang kesini mau melaporkan kejadian yang terjadi di tanah saya" kata Hanafi mengawali pembicaraan. 
"tanah itu kan sudah lama mau di klaim oleh mereka (ahli waris Karmo), sampai 3 kali pergantian Kepala Desa. Namun selalu Gagal" tambah bapak 1 putri ini.
Hanafi menjelaskan, setelah selalu gagal sampai 3 kali pergantian Kades ini, rupanya mereka mangkel dengan sepihak mau ngambil tanah saya. "padahal mereka pernah mengajukan Konversi (pengukuran) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun pihak BPN tidak berani ngukur" katanya.
Pria dengan profesi Guru ngaji ini juga menjelaskan, bahwa dia sebenarnya tudak senang ketika tanah yang merupakan waris dari bapaknya tersebut jadi sengketa. "saya gak senang dengan adanya gugatan atau sengketa, namun saya harus mempertahankan hak saya" imbuhnya.
Untuk hal tersebut dia beranggapan bahwa pihak berwajib, dalam hal ini Mapolsek Pasean segera mengambil tindakan agar supaya yang dilakukan keluarga Karmo tidak mengulangi lagi.
"namun jika tetap dibiarkan, maka takut terjadi saling tonjok dibawah" tambahnya.
Ditempat yang sama, Kapolsek Pasean, IPTU Adhi Ziswanto SH Memaparkan bahwa, untuk hal ini kesatuannya akan melakukan investigasi termasuk olah data yang dimiliki oleh Hanafi. "untuk yang pertama kalinya kami insyaallah lusa (Rabu, 14-1/15) akan mengecek ke lokasi yang dilaporkan oleh Hanafi" kata Perwira asal Bojonegoro ini.
Ziswanto menjelaskan, untuk kasus tanah dia sangat hati-hati karena banyak perkara yang terkait dengan tanah kadang bisa terjadi kress atau adu fisik. "itu (tengkar) hal yang paling kami hindari. makanya untuk hal ini juga kami koordinasi dengan Muspika, yakni Danramil dan Camat" jelas Ziswanto.
Sementara itu, Alfian, selaku Penasehat Hukum Hanafi memberikan pandangan bahwa apa yang dilaporkan kliennya masih sifatnya belum laporan. "ini hanya menyampaikan unek-uneknya Pak Hanafi. Namun jika pihak yang berwajib dalam hal Kapolsek Pasean menelaah bahwa apa yang dilakukan pihak dari almarhum Karmo dikatagorikan perbuatan pidana maka kami berharap kapolsek segera melakukan upaya hukum agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di arus bawah" papar Alfian.
"dan saya yakin terhadap profesionalitas Kapolsek Pasean ini" yakin Alfian. (yan)

0 comments:

Posting Komentar