LSM TIDAK PUAS ATAS KINERJA PENYIDIK POLSEK PASEAN

LSM Tidak Puas Atas Kinerja Penyidik Polsek Pasean

DETAK,  Pamekasan.
Kinerja Polsek Pasean dalam menangani kasus penganiayaan terhadap korban Satunah, 56 tahun, yang dilakukan oleh Saudara kandungnya, Pi'ieh, 60 tahun dipertanyakan. Bagaimana tidak, kasus yang dilaporkan pada tanggal 26 November 2014 ini, sampai sekarang belum ada penangkapan.
"Padahal menurut hukum acara pidana, Terlapor sudah layak unyuk ditahan" kata K.Mujemar aktifis sosial dari wilayah Kecamatan Pasean pada Detak Sabtu, (21/12/2014).
Menurut Mujemar, tidak ditahannya terlapor mengindikasikan dan dicurigai bahwa Mapolsek Pasean setengah hati dalam kasus pemukulan terhadap perempuan itu.
Sementara itu, Heji, 28 tahun, yang juga merupakan anak ke-2 dari korban, menganggap bahwa kasus yang menimpa ibunya akan berakhir anti klimaks, yakni tidak sesuai dengan keinginannya untuk dilakukan penahanan terhadap tersangka. 
" kayaknya sudah ada pengkondisian yang dilakukan oleh terlapor sehingga kasus ini tidak akan sampai ditahan" katanya 
Heji juga pesimis kasus tersebut akan segera dimejahijaukan, karena banyaknya tantangan yang diucapkan oleh terlapor bahwa Terlapor tidak akan ditangkap atau ditahan. "dia (pi'ieh) nantang tidak akan dipenjara, katanya" ujar Heji.
Hal senada juga disampaikan oleh Direktur LSM FIPPI,  K MOH BAKIR. Menurutnya, dari awal dia curiga atas penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Polsek Pasean tidak akan segera menahan atau menangkap tersangka. "terbukti kasus tersebut begitu lama diproses. Prosespun terjadi setelah pihak kami membawa Advokat untuk mendampingi korban dan juga Saksi-saksi yang sudah memberikan keterangannya di depan penyidik Polsek Pasean" katanya.
Namun, Bakir ada opsi lain ketika kasus tersebut mandek, maka dia akan memeberikan pandangan terhadap kinerja polsek Pasean yang tembusannya akan disampaikan sampai ke Mabes Polri.
"mohon maaf mas, besok kami akan layangkan surat pandangan terkait dengan hasil penyidikan Mapolsek Pasean AN.korban Satunah yang tembusannya sampai ke Mabes POLRI" Demikian realis pesan singkat dari K.Bakir.
Sementara itu, ditempat terpisah, Kapolsek Pasean,  IPTU Adi Ziswanto AZ SH, menjelaskan,  bahwa kasus tersebut tetap dilakukan upaya kekeluargaan mengingat antara Pelapor yakni korban dan terlapor adalah saudara kandung. "walaupun begitu, jika jalan musyawarah dan kekeluargaan tidak tercapai maka akan dilakukan proses lanjutan sesuai dengan koridor yang berlaku" Kata Adi melalui hubungan selulernya.
Marsuto Alfianto SH MH selaku Advokat yang mendapatkan mandat unyuk menjadi Penasehat Hukum korban berharap kasus tersebut akan segera selesai, baik secara hukum atau kekeluargaan. 
"pada prinsipnya, kami selaku PH dari korban akan mengusahakan yang terbaik bagi perkembangan proses hukum bagi korban" demikian Kata Advokat muda ini pada Detak.(nul/tim)

0 comments:

Posting Komentar