KORBAN MINTA KAPOLSEK SEGERA TAHAN TERSANGKA

DETAK, Pamekasan
Penganiayaan yang dilakukan Sapik, 60 tahun Warga Desa Tlonto Raja kecamatan Pasean terhadap Satunah, adik tersangka pada tanggal 26 November 2014 lalu masih memasuki tahap penyidikan.
lamanya proses penyidikan sangat sangat disayangkan oleh aktivis LSM FIPPI (FORUM IKATAN PONDOK PESANTREN INDONESIA). LSM yang berkantor pusat di Pamekasan ini berkomentar,  bahwa apa yang terjadi di Mapolsek Pasean ini diluar nalar. "masak korban sudah babak belur kayak itu masih tersangkanya dibiarkan berkeliaran. Ini naif. kapan Negara kita ini hukum bisa berpihak pada yang lemah?" ujar Direktur FIPPI K Mohammad Bakir kepada Detak setelah pendampingan di Mapolsek Pasean Senin (07/12/2014).
ini kalau dibiarkan, akan menjadi preseden buruk terhadap perkembangan hukum Indonesia. Tambah Aktifis sosial ini.
"pokoknya sekarang ini bukan zamannya Orde Baru. Dimana yang punya uang dialah yang berkuasa. untuk itu saya sebagai pendampingan sosial terhadap korban mendesak kepada Kapolsek Pasean untuk segera menangkap tersangka, kalau tidak maka saya kami akan Propam ke Polda Jatim" tambahnya.
Ditempat yang sama, Penasehat Hukum korban Marsuto Alfianto SH MH berpendapat bahwa, lamanya proses penyidikan oleh penyidik Polsek Pasean, akan menjadi titik lemah perkembangan hukum terhadap pelaku Tindak Pidana. "walaupun kasus ini antara tersangka dan korban masih saudara, hukum harus ditegakkan. takutnya nanti hal sepele dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan Pidana yang nyata-nyata melanggar tatanan hukum Indonesia" Kata Alfian, Sapaan akrab Marsuto Alfianto. 

"sekarang saksi-saksi sudah diperiksa, untuk selanjutnya tugas kepolisian dalam hal ini penyidik untuk segera menangkap tersangka. Tidak ada maksud lain agar kasus serupa tidak terulang. Apalagi korban adalah perempuan" tambah alumnus PKPA UNAIR 2011 ini. (nul/ti,).

0 comments:

Posting Komentar