BAWANG MERAH TAK SEMAHAL AIRNYA

Pamekasan, DETAK.
Petani bawang merah pada saat musim kemarau ini banyak mengeluh akibat dari kurang adanya sumber mata air yang bisa dijadikan untuk menyirami tanamannya, akibatnya, banyak petani merasakan kerugian.
Kerugian lebih banyak diakibatkan oleh tidak seimbangnya antara pengeluaran dengan pemasukan pada saat harga jual. "bayangkan, kalau kita tanam dengan bibit 1 kwintal, maka air yang dibutuhkan sekitar 1 tangki isi 8000L -10.000L setiap hari" ujar Baihaki, Petani bawang desa Tagangser Laok kecamatan Waru kepada DETAK, Minggu (2/11/2014).
menurutnya, jika beli per 1 tangki tersebut harganya bisa mencapai Rp.150.000,- "padahal umur bawang merah dari 55 hari sampai 60 hari masa tanam. sehingga kalau dijual sangat rugi. makanya petani bawang unyuk saat panen sekarang ini jarang mau di jual" kata pria 2 anak ini.
"untuk tahun berikutnya kami berharap pemerintah untuk mrmbantu petani melalui titik air unyuk di bor, sehingga insan tani tidak merugi hanya akibat krisis air" tambanya. (yan/tim)





0 comments:

Posting Komentar