Tanpa Papan Nama, Pembangunan Jembatan Diduga Fiktif


Pembangunan Proyek Jembatan Di Desa Naga Sareh, Kecamatan Banyuwates Menjadi Perhatian LSM, Karena Tanpa Papan Nama Proyek.
Sampang--Pembangunan Jembatan di Desa Naga Sareh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang hingga saat masih terjadi kontroversi antara warga sekitar dan rekanan  pelaksana (cv).
Pantauan Suksesi di sekitar proyek tersebut warga memang merasa dianaktirikan alias tidak diajak rembuk dari awal hingga pelaksanaan proyek. "Saya kecewa dengan pihak pemerintah (dinas terkait) yang mengambil cara sewenang-wenang tanpa melakukan sosialisasi atau musyawarah dengan masyarakat setempat," kata H. Awi, tokoh masyarakat setempat Rabu siang (29/10) di kediamannya.
Menurut H. Awi pembangunan jembatan tersebut masih sengketa, salah satunya sebagian tanah milik warga yang dicaplok dan sejumlah pohon jati milik warga yang ditebang oleh rekanan tanpa pemberitahuan dan ganti rugi. Pihaknya dan warga setempat meminta agar pemerintah segera turun tangan. "Kami berharap pihak pemerintah turun tangan untuk menyelesaikan persoalan yang jelas-jelas merugikan masyarakat ini, tentunya agar pembangunan proyek sesuai dengan harapan, tanpa merugikan masyarakat," tambahnya berharap.  
Seperti yang dituturkan warga setempat sebagian tanah dan sejumlah pohon jati milik H. Fadlan ditebang oleh rekanan pelaksana tanpa pemberitahuan. "Ini merugikan kami sebagai rakyat kecil yang diambil hak-haknya tanpa ada ganti rugi," kata H. Fadlan. Dua minggu yang lalu H. Fadalan dan keluarga besarnya meminta kepada pekerja proyek untuk menghentikan kegiatannya, namun permintaan itu tidak diindahkan sehingga pekerja proyek tetap melaksanakan kegiatannya. ''Saya rakyat kecil yang setiap hari keluar masuk sawah. Saya berharap agar hak-hak saya tidak dirampas begitu saja," tambahn Pria berusia 55 tahun ini
Pantauan Suksesi pengerjaan proyek tersebut mamang tanpa ada papan nama sehingga volume dan anggaran proyeknya tidak jelas. Padahal setiap pelaksanaan proyek harus memacangkan papan nama proyek. Apalagi proyek beranggaran diatas 200juta. Sehingga proyek tidak terlihat fiktif. (Faiz)

0 comments:

Posting Komentar