Presiden SBY Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawan, pemimpin dan generasi pendahulu, bangsa yang arif adalah bangsa yang bisa memetik pelajaran dari masa lalu untuk bekal hidup dan menyongsong masa depan. Dengan kemampuan menghargai masa lalu sembari terus menatap ke depan diharapkan Indonesia makin maju, makmur, dan berkeadilan. Visi ke depan yang tidak melupakan sejarah akan menjadi bekal generasi muda memimpin bangsa menuju Indonesia jaya. Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat memimipin upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10).  Upacara diikuti ratusan anggota DPR terpilih, siswa siswi tingkat SD hingga SMA, para duta besar dan perwakilan negara sahabat, dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Upacara ditutup dengan sajian musik paduan suara yang juga memainkan salah satu lagu ciptaan Presiden SBY berjudul “Untuk Bumi Kita”. Lagu tersebut ditulis di Oslo, Norwegia ketika Presiden SBY menghadiri KTT perubahan iklim. Lagu yang sama juga dipopulerkan di Amerika oleh penyanyi Amerika dengan judul dan isi diterjemahkan ke dalam bahasa inggris menjadi “Save Our World”. Sebagai penutup, paduan suara melantunkan lagu “Gugur Bunga”. 

Presiden SBY memperkenalkan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo kepada seluruh undangan dan peserta upacara, Agar didukung dan pemerintahan yang baru nanti dapat segera bekerja dengan baik melanjutkan gerak pembangunan Indonesia. Suatu agenda yang tak akan pernah usai, karena pembangunan adalah sebuah proses berkesinambungan dan akan selalu berlanjut dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.    Turut hadir dalam upacara, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkokesra Agung Laksono, Mendikbud Muhammad Nuh, dan Seskab Dipo Alam.

Foto :  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, memimipin upacara peringatan hari kesaktian pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10). Upacara diikuti ratusan anggota DPR terpilih, siswa siswi tingkat SD hingga SMA, para duta besar dan perwakilan negara sahabat, dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. 

0 comments:

Posting Komentar