Kongkalikong Proyek Air Bersih 2 M di Desa Batu Putih


semua pihak seolah hanya lempar batu sembunyi tangan, ketika menjadi masalah dikemudian hari
SUMENEP--Proyek pengadaan air bersih yang dibangun tahun 2012 lalu dengan biaya Rp 2 milyard di Desa Batu Putih Laok Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep sampai saat ini belum ada tanda tanda diperbaiki atau dilanjutkan, semua pihak seolah hanya lempar batu sembunyi tangan.

Antok warga Desa Batu Putih Laok menceritakan kronologis dugaan rekayasa proyek tersebut,"pada mulanya pengeboran dilakukan hingga kedalaman 150 meter namun tdk menemukan sumber air. Lalu pindah pada titik kedua dan ketika kedalaman mencapai 145 meter pipa pengeboran itu patah sehingga dihentikan sampai disitu dan tidak ada lagi upaya mencari mata air yang berikutnya" kesalnya, Antok menambahkan bahwa pada saat Tim pengawas atau tim survei datang kelokasi disitulah kongkalikong atau sandiwara itu di lakukan " tandon itu diisi oleh mobil tangki PDAM sampai penuh. Dan ketika pengawas datang mencoba kran air sudah pasti air itu mngelir kepipa pipa rumah warga dan pengawaspun mengira proyek tersebut sukses, padahal semua itu rekayasa" terangnya..

Direktur PDAM Sumenep melalui Kasi Produksi Agustiono menjelaskan pd cakrawala post bahwa memang betul saat itu ada pembelian air pada kami sebanyak 20 mobil tangki alasan kontraktor pada saat itu ialah untuk uji coba pipa pipa yang sdh terpasang kerumah rumah warga " mereka beli ya kami layani mas" katanya, Agustiono juga menyesalkan proyek tersebut karena sampai saat ini belum ada serah terima dengan PDAM Sumenep.

Kadis PU Cipta Karya Bambang irianto juga angkat bicara dalam proyek gagal ini, "kami tidak pernah dilibatkan langsung, itu anggaran APBN. Mereka datang dan hanya memberitahukan dan kamipun tidak bisa menolak karena ini proyek memang dibutuhkan, dan jika ada masalah dibelakang hari kamipun tidak mau dilibatkan" katanya

Ainur Rahman koordinator Suara Masyarakat Sumenep menuding bahwa proyek gagal itu adalah kesalahan semua pihak,, mulai daru perencanaan yang asal asalan, konsultan pengawas, PDAM Sumenep, Cikatarung Sumenep dan Cipta Karya Jatim atau Balai air yang berkantor dijalan Wiyung surabaya itu. "Kalau sdh nyata nyata tdk ada seumber air semestinya proyek itu di stop dan cari lokasi lain, bukan malah dibangun tandon, kantor dan pipa krmh warga ini kan kekonyolan belaka dan hanya bertujuan merampok duit negara" ketusnya.,, Ainur juga menduga tim survei atau tim pengawas juga sudah masuk angin "seharusnya pengawasan bukan hanya satu atau dua jam saja, semestinya pemantauan itu b erlanjut sehingga diketahui berhasil atau tidak proyek tersebut. Ini harus kita bongkar dan diproses hukum krn ini korupsi bersama sama" tegasnya (nur)

0 comments:

Posting Komentar