Pemko Lirik Eks Bandara Tabing, Danlanud: Perlu Sinergi & Komitmen Bersama

PADANG -- Pemerintah Kota Padang melirik peluang untuk pemanfaatan asset TNI AU guna kepentingan bersama dalam pembangunan. Salah satunya, eks Bandara Tabing, yang sekarang menjadi Pangkalan Udara TNI AU, merupakan kawasan strategis untuk pengembangan pendidikan penerbangan, pacuan kuda, serta mitigasi bencana.

Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Padang Emzalmi saat menerima
 kunjungan rombongan Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Sesko-AU) Angkatan 51 (A-51) di Balaikota Padang, Senin (8/9/2014).

Menurut Emzalmi, kedatangan rombongan Pasis Sesko-AU di Kota Padang setidaknya membangkitkan motivasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan asset TNI AU di Kota Padang. Disamping itu kesempatan ini juga sebagai ajang bertukar pengalaman dan membangun komunikasi dengan salah satu unsur lembaga pertahanan negara tersebut

"Seperti kita tahu, aktivitas penerbangan komersial sudah dipindahkan ke BIM sehingga kawasan Tabing saat berfungsi sebagai pangkalan udara (Lanud).
 Maka kita berpikir, aset ini bisa dioptimalkan pemanfaatannya," kata Emzalmi.

Dikaitkan dengan kebencanaan, lanjut Wawako, Lanud Tabing dapat
 dimanfaatkan untuk tempat evakuasi bencana dengan membangun shelter. Juga bisa direncana jalur evakuasi untuk akses ke arah timur Kota Padang.

"Kemudian untuk iven olah raga dan lapangan pacuan kuda. Sejak dulu di
 sana sudah ada tempat pacuan kuda tradisional. Mungkin kita dapat memanfaatkan kembali Tabing sebagai lapangan pacuan kuda," ujar Wawako.

Untuk pemanfaatan aset tersebut tentunya harus ada koordinasi dengan TNI AU khususnya Lanud Tabing. "Sebab ini berkaitan dengan pengelolaan aset, tentunya nanti harus ada kesepakatan atau MoU antara Pemko dengan Lanud," imbuh Wawako.
 

Sementara itu pimpinan rombongan, Wadan Sesko-AU Marsekal Pertama
  (Marsma) TNI Warsono menyebutkan, kunjungan ini merupakan program  pendidikan Pasis yang dilaksanakan dalam sebelas bulan. Kunjungan ke pemerintah daerah adalah bagian dalam program pendidikan ini.

"Kita memilih Kota Padang, karena kita menilai pemerintah daerah ini memang berpengalaman, termasuk dalam pengelolaan asset," ujar Marsma Warsono.

Semua yang telah dipaparkan oleh Wakil Walikota beserta beberapa kepala SKPD khususnya Dinas Pengelola Keuangan dan Asset (DPKA), menurut Warsono akan menjadi bahan untuk seminar bagi para Pasis. Hasilnya pengkajiannya nati  akan merupakan sumbangan bagi pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.

* Danlanud: Perlu Sinergi Bersama

Terkait wacana pemanfaatan asset eks Bandara Tabing, Warsono mengatakan, perlu ada sinergi antara Lanud dan Pemko Padang sehingga asset ini dapat dimanfaatkan sebaik - baiknya untuk kemajuan bersama.

" Pemanfaatan aset tersebut tinggal kesepakatan bersama yang sesuai dengan aturan - aturan," ulasnya.

Sedangkan Danlanud Padang Ltk HKD Handaka mengatakan, sinergi dengan Pemko Padang sudah terbangun selama ini. Banyak kegiatan yang sudah kita sinergikan dan diakomodir bersama. Sehingga permasalahan - permasalahan yang ada dapat kita komunikasikan dengan baik termasuk pemanfaatan asset.

"Permaslahan - permasalahan sudah kita sampaikan dan di depan pimpinan dan para Pasis agar dapat dikaji di Sesko AU. Selanjutnya tentu menjadi kebijakan pimpinan," ujar Danlanud.

Ia juga menceritakan, kedatangan Rombongan Pasis Seskoau A-51 TP 2014 di  Lanud Padang Sumatera Barat menggunakan pesawat C-130 Hercules  A-1327dari skadron udara 31 sekira pukul 8.30 WIB pagi tadi (Senin,8/9). Rombongan bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma diikuti sebanyak 77 personil terdiri dari, Pasis seskoau, Patun dan pendukung.

Selain Pemko Padang rombongan juga berkunjung ke Pemprov Sumbar dan Korem 032/WB, Lantamal II, serta  beberapa obyek strategis lainnya.
 
(rel/ede)
 

0 comments:

Posting Komentar