MCW Laporkan VEDC ke Polres Malang

MALANG, – Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan/Vocational Education Development Center (PPPPTK/VEDC) Malang dilaporkan Malang Corruption Watch (MCW) ke Polres Malang Kota,  terkait dugaan korupsi pengadaan modul buku kurikulum 2013 Kamis (18/9).



Menurut Koordinator MCW, Zainuddin. Pengadaan buku dianggap  ada penggelembungan anggaran hingga 300 persen.

"Penggelembungan anggaran sampai 300 persen dari pengadaan buku yang ada 82 jenis," katanya.

Zainudin menjelaskan bahwa, pengadaan buku setebal 160 halaman oleh PPPPTK/VEDC itu seharga Rp 60 ribu, misalnya, dari hasil penelusuran MCW penawaran CV One Abadi hanya seharga Rp 10.500 per buku. Dengan begitu, lanjutnya, ada selisih Rp 49.500.

Ditambahkan, 300 persen penggelembungan itu senilai Rp 786 juta. Zainuddin mengungkapkan, surat perintah yang dikeluarkan PPPTK menyebutkan anggaran total sebesar Rp 983 juta.

"Hitungan pada rata-rata buku ternyata biaya mencetak buku sesungguhnya hanya 20 persennya saja. Dengan kata lain, ada uang sebesar Rp 786 juta yang digelembungkan," urainya

Sementara itu,Kepala Divisi Monitoring Hukum dan Pradilan MCW, Akmal Adi Cahya mengungkapkan pengaduan ini dibuat setelah MCW mendapat surat kaleng sekitar sebulan lalu.

Berdasarkan  investigasi singkat tim MCW, pengadaan modul pada 2013 lalu memang ada indikasi korupsi.

"Kami tidak berwenang menelusuri masalah ini. Makanya kami serahkan ke lembaga yang berwenang," ujarnya.

MCW menyerahkan bukti awal dugaan korupsi ini kepada Kapolres Malang Kota,AKBP Totok Suhariyanto.

Pelaporan MCW tersebut diterima langsung Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suhariyanto yang di dampingi Kasat Reskrim AKP Adam purbantoro.

MCW hanya mengadukan dugaan korupsi ini, namun tidak membuat Laporan Polisi (LP).
Totok berjanji akan menindaklanjuti laporan ini. Dia menyarankan MCW membuat LP bila hasil lidik kepolisian menunjukan ada indikasi korupsi dalam pengadaan buku modul tersebut.( Fik/San )



0 comments:

Posting Komentar