Dua LSM di Sumenep, Obok-Obok Musaheri, Ketua STKIP

"Kami tidak akan membiarkan terhadap orang-orang yang berani berbuat melawan hukum seperti  menjiplak buku orang lain, apalagi sang pelakunya adalah  seorang pemimpin perguruan tinggi, jelas menjadi perusak utama penerus bangsa ini," Kata Musahnan, SE Ketua LSM FCK
Ketika ditemui News Detak Sahnan menunjukkan Suratnya yang telah dilayangkan berikut ini: 


Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat
Gerakan Aktivis Sumenep Anti Korupsi
Forum Cinta Keadilan
Jl. Dr. Cipto Gg I Pabian Sumenep, Jatim


                    21 Juli 2014
Nomor  :    09/Gasak-FCK/Aliansi/VII/2014
Lamp.  :   1 berkas
Hal      :   Plagiasi Buku "Pengantar Pendidikan"
                 Karya Musaheri
Yth.     1. Menteri Sekretris Negara di Jakarta
             2. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta
             3. Menteri Hukum dan HAM di Jakarta
 4. Kejagung di Jakarta
 5. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di Jakarta
 6. Rektor Universitas Terbuka di Jakarta
 7. Koordinator Kopertis VII di Surabaya
                
Dengan hormat,
Dalam rangka menegakkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, khususnya UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta, dan memberikan pencerahan kepada masyarakat luas, serta mengembalikan citra akademisi, maka dalam hal ini kami laporkan plagiasi dari buku "Pengantar Pendidikan" yang dilakukan Musaheri terhadap karya pihak lain sebagaimana terlampir dalam laporan ini.
Perlu kami sampaikan beberapa hal yang berkenaan dengan plagiasi sebagaimana dalam lampiran ini:
1.      Musaheri menjiplak hampir seluruh isi buku secara langsung dari buku karya orang lain sekitar 90%, yang dalam hal ini tidak perlu diragukan lagi pelanggaran Hak Cipta yang dilakukan Musaheri;
2.      Musaheri adalah pimpinan (Ketua) STKIP PGRI Sumenep, yang dalam hal ini semestinya menjadi teladan, baik kepada mahasiswa maupun masyarakat umum, bagaimana cara menuangkan pemikiran yang benar secara ilmiah dan profesional bukan malah melakukan plagiat;
3.      Musaheri telah memperdagangkan dan/atau memperjualbelikan buku hasil karya plagiat ke seluruh masyarakat umum yang bisa dibuktikan dengan barcode (kode bar) dan ISBN;
4.      Musaheri telah mengakui kepada masyarakat luas, bahwa buku hasil jiplakannya merupakan hasil karyanya sebagaimana dalam pernyataannya yang dimuat Suara Madura (18/7/2014);
5.      Musaheri yang jelas-jelas melanggar Hak Cipta sebagaimana diatur dalam UU No.19 Tahun 2002  bersembunyi di balik Permendiknas No.17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di PT yang seakan-akan menurut Musaheri perbuatan plagiat diperbolehkan (Suara Madura 18/7/2014);
Untuk itu, kami mohon kepada Menteri Sekretaris Negara, Menteri Hukum dan HAM, Kapolri, Kejagung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Rektor Universitas Terbuka, Koordinator Kopertis VII untuk:
1.      Memproses pelanggaran hak cipta sebagaimana tersebut di atas secara perdata dan pidana;
2.      Memberikan sanksi akademis kepada yang bersangkutan oleh karena sebagai pimpinan perguruan tinggi melakukan pelanggaran hak cipta;
3.      Mengusulkan kepada yayasan yang menaungi STKIP PGRI Sumenep agar dibebastugaskan dari jabatan dan/atau pekerjaannya sebagai profesional oleh karena telah menciderai dunia akademis;
4.      Meminta kepada media massa (cetak) dan elektronik untuk mengumumkan pelanggaran hak cipta yang dilakukan sdr. Musaheri agar tidak dicontoh oleh pihak lain;
5.      Mendesak sdr. Musaheri agar meminta maaf di media massa nasional dan daerah atas kesalahannya dalam pelanggaran hak cipta.
Demikian laporan pelanggaran hak cipta kami sampaikan, atas perkenan dan kerja samanya dalam menegakkan kebenaran ilmiah, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.
                                     Aliansi LSM Sumenep
Direktur Ekskutif Gasak                                         Koordinator FCK
               Bagus Junedi                                                      Musahn


0 comments:

Posting Komentar