Anniah: Saya Ingin Melihat Warga Desa Campor Barat Lebih Sejahtera


NewsDetak
Sumenep--Anniah (38), Kepala Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, sekarang kini tengah memperjuangkan proses penyelesaian Buku Sertifikat Tanah milik waraganya melalui Program Nasional Agraria (Prona) yang dimotori Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep.
Hal tersebut dilakukan Aan –panggilan sehari Anniah dengan harapan agar warga terutama yang merasa memiliki harta kekayaan berupa benda tidak bergerak yaitu tanah terlindungi oleh aturan dan hukum secara perdata.
Ketika ditemui wartawan NewsDetak, Aan mengatakan, dengan program tersebut warganya betul-betul merasa aman dan nyaman. Artinya, terhindar dari persoalan-persolan yang terkadang menimbulkan satu permasalahan baik luas tanah maupun batas-batas hak milik antar warga.
Perempuan berwajah manis ini mengaku, ketika warga menunaikan kewajibannya saat melakukan pembayaran yang tercatat dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) semuanya bisa terdeteksi dan terkoordinir secara akurat."Ini yang menjadi target kami untuk Desa Campor Barat," terangnya.
Salah seorang warga Campor Barat siap tanggap mendaftar sebagai peserta sertifikasi dengan cara menempuh persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan sebagai kelengkapan atas tanah miliknya, diajukan sebagai peserta prona. Kesempatan baik itu jarang sekali terjadi di desa-desa lain. "Berdasarkan hal itu saya sangat bangga adanya niat baik dari pemerintah untuk membantu masyarakat Desa Campor Barat yang sejak dulu mengharapkan bentuk pengakuan secara perdata berupa serifikat tanah dengan cara mudah sekaligus tidak membebani secara material," ungkap Misnani.
Hanya karena prona itu sifatnya massal dan jumlahnya cukup banyak, Misnani dan warga Campor Barat lainnya cukup sadar apabila penyelesaian sertifikasi tersebut menyita waktu lebih dari 2 bulan. "Yang penting selesai dan sertifikat itu dapat kami miliki," katanya.
"Prona yang dimediasi oleh BPN Kabupaten Sumenep kini sangat membantu warga kami," pungkasnya.—asm/aang
 

0 comments:

Posting Komentar