Wagub Sumbar Resmikan Revitalisasi Pasar Tradisional di Solsel

SALAH satu langkah yang dilakukan agar koperasi dapat termotivasi dan berkembang tentunya melalui sentuhan dari pemerintah berupa pembinaan dan bantuan. Bantuan tersebut bisa berasal dari kementeriaan koperasi dan UKM, Hibah dari pemprov dan pemda kab/kota. Khusus untuk bantuan yang tak tertampung dalam APBD Provinsi Sumbar diharapkan dapat dibantu oleh pemerintah berupa Bansos APBN.

Bantuan bansos untuk koperasi dari kementeriaan Koperasi dan UKM RI relatif cukup banyak dan beragam. Bantuan tersebut berupa sarana-sarana seperti usaha pabrik es, pengelolaan pupuk, pengelolaan coklat dan revatilisasi pasar tradisional.

Bagi Sumatera Barat bentuk bantuan diantaranya bansos revitalisasi pasar tradisional dengan rata-rata Rp900 juta yang terdiri dari bangunan los 2 unit dan kios/toko sebanyak 20 petak, dan bantuan bansos ini disalurkan melalui koperasi.

Hingga Tahun 2013 sebanyak 15 pasar yang dikelola oleh 15 koperasi di sumatera barat telah mendapatkan bantuan sejumlah Rp13,6 Miliar, dengan rincian

Tahun 2008 untuk pasar tradisional di kab sijunjung sebesar Rp1 Miliar.

Tahun 2009 untuk pasar tradisonal kabn. Pasbar Rp 1 Miliar.

Tahun 2011 untuk pasar tradisional di 3 kabupaten/kota yaitu Kambang di Kabupaten Pessel, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Bungus Teluk Kabung Kota Padang dengan total dana Rp 2,7 Miliar.

Tahun 2013 untuk 8 pasar tradisonal yakni di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Padang Pariaman (2 pasar) dan Kabupaten Solsel dengan dana Rp 7,2 Miliar.

Khusus untuk Kabupaten Solsel pada tahun 2013 yang mendapatkan Bansos Pasar Tradisional melalui Koperasi sesuai usulan dari Kabupaten Solsel adalah Pasar Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batang Hari yang diresmikan dengan tanda penandatanganan prasasti, Sabtu (9/8/2014) siang oleh Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim (MK).

Dalam sambutannya, MK menyampaikan bahwa pasar tradisional di dusun tangah memliki potensi yang bagus untuk kedepannya, dikarenakan letaknya yang strategis di perbatasan Solsel dengan Dharmasraya, dikelilingi oleh kebun sawit dan masyarakat transmigrasi.

"Apabila pasar ini sudah berjalan dengan baik maka akan sangat membantu masyarakat disini untuk memenuhi kebutuhannya, selain itu pasar bukan hanya tempat berjual beli untuk masyarakat disini melainkan juga sebagai tempat untuk menyambung silaturrahmi sesama masyarakat dan juga sebagai tempat hiburan, terutama bagi anak-anak dengan adanya wahana permainan" ungkap Wagub.

Selain itu wagub juga menambahkan efek positif dari pemanfaatan revitalisasi pasar tradisonal.

"Dengan adanya pemanfaatan pasar tradisonal yang telah direvitalisasi akan membantu menjaga kondisi inflasi dapat stabil, dan diharapkan demand/supply sayur-sayur, cabe, bawang dan yang lainnya dapat stabil, sehingga dapat meredam terjadinya gejolak inflasi yang tinggi", tambah MK.

MK juga mengajak pemkab solsel dan masyarakat untuk menajaga, memperbaiki dan melengkapi infrastruktur, sarana dan prasarana secara bertahap, sehingga pasar tradisional menjadi tempat yang digemari masyarakat untuk dikunjungi.

"Pembangunan tempat ibadah, jalan yang lebih layak, WC umum dan yang lainnya adalah sarana dan prasarana yang harus dilengkapi untuk pasar ini, apalagi Pemprov Sumbar juga membantu sebanyak Rp 1 Miliar dari APBD tahun 2014", harap Wagub pada acara yang juga dihadiri oleh Wabup Solsel Abdurrahman beserta Muspida, Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Achmad Kharisma, dan Kadis Perdagangan Rahmad Syahni.

Wakil Bupati menyampaikan, pasar tradisonal Dusun Tangah masih bisa terus dibangun karena masih memiliki wilayah yang luas sehingga masih bisa terus dikembangkan. Cuma yang menjadi kendala selama ini adalah pembangunan jalan tembus ke Dharmasraya yang masih belum selesai.

"Mudah-mudahan tahun 2014 ini pembangunan jalan tersebut akan rampung, karena telah dianggarkan dana sebesar Rp 14 Miliar, sehingga akan sangat membantu masyarakat dalam pergerakan perekonomian yang lebih baik", ungkap abdurrahman.

Selain itu Wabup juga berterima kasih kepada KP Subur yang telah membantu dan mengelola pasar dusun tangah sehingga menjadi baik dan kepada pihak investor yang juga telah membantu pembangunan jalan lingkar pasar ini.

Kemudian MK dan Wabup beserta seluruh rombongan meninjau pasar tradisonal dan berdialog dengan para pedagang dan masyarakat yang hadir.

(adv/nov)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.potretdesa.comwww.sumbaronline.com

0 comments:

Posting Komentar