Masyarakat Indonesia ingin kepastian siapakah yang jadi presiden di tahun 2014.

Langsa,Aceh-Balacossa :
Menurut khabar dari sahabat,rekan seprofesi jurnalis Via BBM Masangers ke pada saya di provinsi Aceh,mengatakan pendapat Dan pandangan prihal hasil pilpres di 9 juli 2014 kali ini banyak yang tak dapat di percaya ,pasalnya jum'at malam ini.

Telah tersiar khabar kedua pasangan Capres antara hasil pasangan no urut.1 yakni,prabowo subianto-hatta rajasa,masih unggul,sementara di sisi lain pendukung dari pasangan Capres no urut 2 yakni,jokowidodo-jusuf kalla mengklaiem juga masih unggul.

Hanya satu harapan Masyarakat Indonesia ingin kepastian siapakah yang jadi presiden di tahun 2014.

Menurut pendapat dari Dpd Lsm PERINTIS ACEH,Dedy memberikan pendapat pada pihak Kpu pusat di jakarta agar dapat menemukan kepastian titik hasil dari Pilpres 2014 kali ini.
Jangan menjadi momok di kalangan Masyarakat Indonesia yang Awam berpolitik lantaran menunggu hasil kepastian siapa pemenang dari para kandidat yang ber saing meraih kursi kepresidenan di negeri Indonesia supaya jangan menjadi pecah belah atau pro-kontra sesama pendukung yang mengunggulkan para calon kandidat terbaiknya,_tegas,..Dedi seorang Ketua Lembaga.

Petikan khabar dari Jakarta Berdasarkan hasil real count di internal tim Prabowo-Hatta, capres-cawapres nomor urut satu itu masih unggul dari lawannya, Jokowi-JK. Hasil real count tersebut masih 60% dari total suara se Indonesia.

"Kami sendiri memiliki real count yang sudah 60% berdasar C1 dan real count itu Prabowo-Hatta masih unggul," kata Hatta di kawasan Masjid Ar-Riyadh, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (11/7/2014).

Namun demikian, Hatta belum mengklaim keunggulan suara tersebut sebagai kemenangannya dalam laga Pilpres 2014. Ia meminta semua pihak bersabar menanti perhitungan dari KPU.

"Tetapi saya mengajak dan tunggu hasil KPU 22 Juli agar masyarakat kita jadi tenang, kita harus jaga ketenangan dan keteduhan," ujarnya.

Hatta mengatakan, hasil quick count yang beragam tak perlu dijadikan bahan acuan. Lain halnya dengan real count, menurutnya, data itu bisa dijadikan acuan untuk dibandingkan dengan data KPU nantinya.

"Menurut pandangan saya, kita lebih mengacu pada real count, karena kalau melihat quick count, masing-masing pihak punya dasar.


(Kontributor:¤DNST¤)

0 comments:

Posting Komentar