Bertemu Megawati, Jokowi Lapor Suara Digembosi di Beberapa Provinsi

JAKARTA -- Calon presiden, Joko Widodo, melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarno Putri, di kediaman Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014). Namun, usai pertemuan dan meninggalkan kediaman Megawati, Joko Widodo tidak memberikan keterangan apa pun.

Sekretaris Tim Pemenangan, Joko Widodo - Jusuf Kalla, Andi Widjajanto, menjelaskan bahwa salah satu topik pembicaraan dalam pertemuan dengan Megawati tersebut adalah masalah dugaan penggembosan suara di beberapa provinsi. Ditengarai modusnya hampir sama dengan yang dilakukan pada saat pemilihan gubernur di Bali pada tahun 2013 yang lalu, yakni dengan memanipulasi data tempat pemungutan suara (TPS) atau dokumen C-1.

"Hanya mengobrol saja, hasil Pak Jokowi kemarin kunjungan ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Kami melihat ada suatu pola penggembosan yang mirip-mirip pilgub Bali, jadi penurunan suara yang sistematis dari TPS menuju kecamatan melalui manipulasi C-1," kata Andi.

Ia menjelaskan, modus yang digunakan pada Pemilihan Gubernur Bali, ada dokumen C-1 dikumpulkan, ketika penghitungan pertama unggul 15 ribu suara. Setelah naik dihitung berkurang jadi 7.500 suara, setelah naik lagi tinggal 660 suara di tingkat kabupaten.

"Saat itu keunggulan sudah berbalik. Saat itu KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) tidak izin menyertakan saksi-saksi memeriksa ke tingkat bawah. Mereka berpatokan pada keputusan KPUD," kata dia.

Disampaikan Andi, terkait ada temuan tersebut pihak tim sukses Joko Widodo - Jusuf Kalla akan melakukan langkah lebih lanjut untuk mengatasi penggembosan suara di beberapa provinsi tersebut. Karena menurutnya hal itu tidak bisa didiamkan.

"Setelah ini mau rapat menentukan langkah selanjutnya," kata dia.

(vvc/mom/rnb)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.potretdesa.comwww.sumbaronline.com

0 comments:

Posting Komentar