Tjahjo Kumolo: Waspadai oknum Babinsa berkedok petugas survei!

JAKARTA – Masyarakat diminta waspada terhadap oknum Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang berkedok melakukan survei pemilih tetapi melakukan intimidasi kepada warga untuk memilih calon presiden tertentu.

"Kami instruksikan mitra koalisi untuk waspada munculnya oknum yang melakukan intimidasi dengan dalih survei. Tangkap saja mereka, kalau perlu teriak maling," tegas Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK, Tjahjo Kumolo, di Media Center Jokowi-JK, Jakarta, Jumat (6/6/2014).

Praktik intimidasi itu dilaporkan sejumlah warga di Jakarta Pusat, kemarin. Mereka didatangi petugas Babinsa yang mengaku sedang mendata dan memperbaiki daftar pemilih. Mereka menggiring warga untuk memilih pasangan calon presiden/wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam ajang pilpres 9 Juli mendatang.

Pengerahan Babinsa untuk kepentingan capres tertentu itu tidak hanya terjadi di Jakarta. Daerah lain seperti Gunung Kidul dan sejumlah daerah di Jawa Barat juga menerima perlakuan yang sama.

Keberadaan oknum Babinsa tersebut sangat meresahkan masyarakat, terutama yang berada di daerah. Berbeda dengan di Jakarta, warga di daerah biasanya merasa lebih takut jika ada oknum yang mengaku anggota TNI/Polri yang mendatangi mereka.

Karena itu, Sekjen DPP PDIP itu meminta pihak berwajib menindak tegas oknum Babinsa yang meresahkan masyarakat tersebut. Masyarakat juga diminta untuk tidak takut menghadapi oknum itu walaupun mereka mengaku sebagai anggota TNI/Polri. "Meski menggunakan pakaian aparat sekalipun, masyarakat harus berani bertanya kartu tanda anggotanya," tandas Tjahjo.

Tjahjo menyesalkan adanya oknum TNI yang terlibat dalam politik praktis itu. Padahal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di hadapan 282 perwira tinggi 2 Juni lalu, telah mengingatkan bahwa prajurit TNI harus netral dan dilarang terlibat politik praktis dalam Pilpres 2014.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingatkan anggota TNI tidak boleh terlibat dalam menentukan kecenderungan bagi pemilih untuk memilih. Anggota Bawaslu, Nelson Simanjuntak, mengatakan anggota Babinsa yang turun ke lapangan dengan modus melakukan pendataan itu terancam hukuman pidana.

"Kalau itu terkait dengan ketidaknetralan TNI atau misalnya membuat tindakan tidak netral menentukan pasangan tertentu, itu bisa terkena pidana," ujar Nelson di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat.

Nelson mengatakan dalam perundang-undangan, TNI harus netral. Selain itu, Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, berkali-kali menekankan agar jajarannya bersikap netral dalam pemilu dan tidak akan melakukan tindakan apa pun terkait pemilu, kecuali untuk pengamanan.

Menanggapi hal itu, Komandan Kodim 0501 Jakarta Pusat, Letnan Kolonel Infanteri Yudi Pranoto, mengatakan telah terjadi kesalahpahaman antara warga dan anggota Babinsa di lapangan. Yudi membantah pemberitaan yang menyebutkan bahwa seorang anggota Babinsa mendata pilihan warga. Yudi memastikan kedatangan Babinsa ke lingkungan tempat tinggal warga itu hanyalah tugas rutin.

Di tempat terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum TNI, Mayjen TNI Fuad Basya, mengatakan Babinsa memiliki tugas penting dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat, khususnya di daerah. Tidak hanya membuat peta topografi, Babinsa juga dituntut mampu membuat peta demografi penduduk guna mengantisipasi potensi terjadinya konflik sosial di masyarakat.

"Secara struktural, seorang Babinsa bertugas di Komando Rayon Militer (Koramil). Mereka dituntut memiliki kemampuan sosial untuk pembinaan masyarakat desa."

Melalui pembinaan, seorang Babinsa akan mampu mengetahui latar belakang masyarakat dan potensi konflik yang mungkin timbul di wilayah itu. Potensi konflik tersebut kemudian dipetakan untuk diolah di satuan di atas Koramil, yakni Komando Distrik Militer (Kodim).

"Dengan peta itu, kita bisa mengambil langkah antisipasi dari jauh hari. Misalnya di daerah ini sering ada tawuran, atau di daerah ini rawan pencurian," kata Fuad.

(kjc/cit/eko/ags/P-4)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

0 comments:

Posting Komentar