KPK Bakal Jemput Paksa Kerabat Bos Sentul City  

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil kembali Daniel Otto Kumala, orang yang diyakini memiliki hubungan famili dengan Cahyadi Kumala Kwee alias Swee Teng, Direktur PT Sentul City sekaligus Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri. Jika hari ini, Rabu (18/6/2014), Daniel Otto tak hadir, dia bakal dijemput paksa penyidik KPK.

Daniel mangkir ketika dipanggil pada Senin, 16 Juni 2014. Menurut juru bicara KPK Johan Budi, Daniel terancam dijemput paksa. "Daniel Otto akan dipanggil dulu. Kalau tak datang baru bakal ada upaya paksa," kata Johan melalui pesan pendek, Rabu, 18 Juni 2014.

Daniel Otto sejak 6 Juni 2014 dikenakan status cegah oleh KPK sehingga dia tak bisa kabur ke luar negeri.

Daniel Otto terjerat kasus kasus dugaan suap dalam tukar-menukar hutan Bogor yang sudah menjerat Bupati Bogor Rachmat Yasin sebagai tersangka. Hingga sekarang Daniel Otto berstatus saksi.

Kasus itu bermula dari operasi tangkap tangan yang dalam rangkaiannya menangkap tiga orang, yaitu Rachmat Yasin, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor M. Zairin, dan kurir PT Bukit Joggol Asri, FX Yohan--dia bukan pegawai Bukit Jonggol.

Pada 9 Mei 2014, KPK mengumumkan penetapan ketiga orang yang ditangkap itu sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengurusan izin hutan tersebut. KPK meyakini sudah ada pemberian uang Rp 4,5 miliar ke Rachmat--duit itu diambil dari kantor Bukit Jonggol.

Situs www.sentulnirwana.com memuat informasi soal PT Bukit Jonggol Asri. Didirikan pada 1994, 88 persen sahamnya diambil PT Sentul City Tbk pada 2010. Mega proyek ketika itu adalah kota baru mandiri. Lima bulan kemudian, Sentul City resmi menggandeng PT Bakrieland Development Tbk. Kepemilikan saham masing-masing 50 persen.

Pada 23 Juli 2011, Bukit Jonggol memulai proyek Sentul Nirwana di atas lahan seluas 12.000 hektar, di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pada April 2013, Sentul City meningkatkan kepemilikan sahamnya Bukit Jonggol menjadi 65 persen. Di saat yang bersamaan, Bakrieland memegang menjadi 35 persen.

(tpc/rzk/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

0 comments:

Posting Komentar