Empat Celah Korupsi Biaya Haji Versi ICW

JAKARTA -- Menteri Agama Suryadharma Ali telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus korupsi penyelenggaran dan haji tahun 2012-2013. Indonesian Corruption Watch (ICW) memandang, ada empat celah yang memungkinkan terjadinya penyimpangan dana haji.

"Pertama, terkait dengan dana setoran awal. Di Indonesia kan menganut setroran sepanjang tahun?," jelas Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW Firdaus Ilyas dalam acara Bincang Pagi Metro Tv, di Jakarta, Sabtu (24/5/2014).

Sementara itu, kedua, terkait dengan penentuan ongkos haji. Penetapan biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Selain itu juga adanya jasa penggunaan jasa bunga tabungan setoran awal jamaah haji. "BPIH setiap tahun berubah-ubah, tergantung kesepakatan Kemenag dengan DPR," lanjutnya.

Ketiga, lanjut Firdaus, terkait pengadaan yang banyak diungkap oleh KPK. Menurutnya pengadaan paling besar terdapat di transportasi udara, transportasi darat, catering, serta pemondokan.

"Keempat, penggunaan dana abadi umat. Meskipun SDA sudah membekukan," jelasnya, Namun hingga kini tidak jelas, perhitungan dan kriterianya. Jika berbicara soal bunga, dana optimalisasi dari tabungan ini, dipakai untuk pengurang biaya haji.

"Tapi riba ini dipakai, mungkin punya fatwa lain," tutup Firdaus.

Usai ditetapkannya SDA sebagai tersangka oleh KPK, menimbulkan gejolak di dalam tubuh partai Persatuan Pembangunan. Sejumlah kader di daerah mempertanyakan kelanjutan nasib partai berlambang kabah ini menjelang Pilpres 2014.

Ketua MPP Zarkasih Noer menyarankan agar SDA dinonaktifkan sementara atau mundur agar fokus menghadapi kasus hukumnya.

(mnc/alb/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

0 comments:

Posting Komentar