Baku Tembak dengan Polisi, Rampok Sadis Akhirnya Tewas

JAKARTA -- Aksi baku tembak melibatkan polisi dengan MS alias Maju Santoso, pelaku pencurian sadis terjadi di Jakarta Timur. Sang pelaku pencurian tewas tertembak di kepala dalam sebuah insiden baku hantam. Pelaku diikuti usai menjemput anak istrinya.

"Pelaku mau jemput istri dari rumah kost kemudian diikuti," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Dwi Prayitno di RS Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (26/5/2014) malam.

Dwi mengatakan, anggota langsung mengikuti pelaku. Namun sesampai di Jl Di Panjaitan, pelaku mengeluarkan senjata api dan melawan anggota.

"Di lokasi didekati anggota rupanya dia tahu telah dibuntuti polisi kemudian melakukan tembakan. Iya pelaku (menembak) terlebih dahulu," ujarnya.

Ia mengungkapkan baku tembak terjadi sesaat pelaku hendak melarikan diri ke dalam mobil. Kala itu aksi baku tembak terjadi dari jarak dekat.

"Itu dari jarak dekat, tidak disangka pelaku mengeluarkan senpi dari kantong dan mengenai anggota. Tembakan peluru bersarang diperut karena mngenai lambung sehingga temen polisi lain melakukan penembakan yang mengenai tersangka satu kena di dada dan kepala tersangka, saat ini masih di RS Kramat Jati belum diautopsi," ungkapnya.

MS alias M, pelaku perampokan yang tewas dalam baku tembak dengan anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Jl DI Panjaitan, Jatinegara, Jaktim, siang tadi menyerang polisi dengan senjata jenis revolver kaliber 32.

Baku tembak terjadi pada pukul 10.15 WIB tadi. Bermula ketika anggota Unit III yang dipimpin oleh AKP Ari Cahya melakukan pengintaian terhadap tersangka, sejak di Kampung Rambutan, Jaktim.

Dari Kampung Rambutan, tersangka kemudian menyusuri Jl DI Panjaitan. Di situ, tersangka menjemput istri dan anaknya dari kos-kosan di belakan kantor Samsat Jakarta Timur. Tersangka kemudian naik ke dalam mobil Honda Jazz E 333 LS, lalu diberhentikan anggota. Anggota juga sempat mengeluarkan tembakan peringatan, namun tersangka justru membalas tembakan dengan mengarahkan kepada anggota.

Dalam insiden itu, dua anggota Subdit Jatanras, Briptu Zefri Setiaji dan Aipda Eko Widianto tertembak pelaku. Zefri tertembak di bagian bawah dadanya, sementara Eko tertembak di bagian kaki kanannya. Melihat kedua anggota tertembak, anggota yang lain membalas tembakan tersangka dan mengenai kepala tersangka.

(dtc/efk/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

0 comments:

Posting Komentar